Senin, 11 Januari 2016

KELOMPOK APEL 3 PA 06 (REVIEW JURNAL KEPUASAN KERJA)

KELOMPOK APEL

3 PA 06

ADAM ZAINI BACHRI ​      ( 10513121 )

DEA SEPTIANI ​​  ​( 12513071 )

LULU YOLANDA SYIFA   ​  ( 14512271 )

MARCHIA DHIYA FATHIN​( 15513260 )

NAZHIRA SARFINA ​​  ( 16513370 )

RAKA NOVANDRA ​​    ( 17513213 )


REVIEW JURNAL

KEPUASAN KERJA





REVIEW JURNAL

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PSIKOLOGI MANAGEMENT

JUDUL JURNAL : HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BEKASI


NAMA PENULIS : Kartika Yanidrawati F. Sri Susilaningsih Irman Somantri

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran



BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam jurnal yang berjudul “ Hubungan kepuasan kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap rumah sakit umum daerah kabupaten Bekasi” menurut Kuntoro (1010) Manajemen didefinisikan sebagai prosesmenyelesaikan pekerjaan melalui orang lain untukmencapai tujuan organisasi dalam suatu lingkungan yangberubah. Sedangkan Gillies (dalam Kuntor 2010)mendefinisikan manajemen keperawatan sebagai prosespelaksanaan pelayanan keperawatan melalui upaya stafkeperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan,pengobatan, dan rasa aman kepada pasien sertamasyarakat.Sikap seseorang terhadap pekerjaannyamencerminkan pengalaman yangmenyenangkan ataurasa puas dan pengalaman yang tidak menyenangkanatau rasatidak puas. Menurut Locke, (1969, dalamWexley dan Yuki, 2005) mendefinisikankepuasansebagai tidak ada selisihnya antara kondisi-kondisi yangdiinginkan dengankondisi-kondisi aktual. Sementara itukepuasan kerja dapat didefinisikan sebagai suatuperasaanpositif tentang pekerjaan seseorang yang merupakanhasil dari sebuah evaluasi karakteristiknya (Robbins danJudge, 2007).


Rumusan Masalah

Untuk mengetahui kinerja perawat di RSUDKabupaten Bekasi dengan meningkatkan kepuasankerja mereka.


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

1. Kepuasan kerja

Secara konsep kepuasan kerja memiliki hubungandengan tingkat kinerja pekerja. Menurut konsep Value Theory, kepuasan kerja terjadi pada tingkatan di manahasil pekerjaan diterima individu seperti yangdiharapkan. Semakin banyak orang menerima hasil, akansemakin puas. Dengan terciptanya kepuasan kerja yangmerupakan sikap positif yang dilakukan individualterhadap pekerjaan mereka, maka akan tercapainyakinerja individual tersebut (Wibowo, 2007). Selain itudengan adanya kepuasan kerja dapat mengurangiturnover, dan mendorong individu Teori lain yangmemperkuat hubungan kepuasan kerja dengan kinerjaadalah teori dua faktor atau teori motivasi higiene, yangdikemukakan oleh seorang psikolog bernama FrederickHerzberg (1923-2000)



BAB III

METODOLOGI



Pendekatan

Penelitian ini menggunakan Penelitian menggunakanmetode deskriptif korelasional


Subjek Penelitian

Populasi penelitian adalah perawat di Ruang RawatInap Kabupaten Bekasi sebanyak 86 orang sedangkansampel penelitian dipilih secara acak sederhana sebanyak71 orang


Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengankuesioner dalam bentuk pertanyaan tertutup denganmemilih alternatif jawaban yang ada dalam bentuk checklist (√). Pelaksana dalam pengumpulan data ini adalahpeneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengancara menyebarkan kuesioner pada perawat pelaksana diruang rawat inap RSUD Kabupaten Bekasi. Pengambilankuesioner dilakukan secara bertahap dan dibantu olehkolektor data.




Analisis Data

Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakanteknik statistik deskriptif (univariate). Analisa univariatberfungsi untuk meringkas kumpulan data hasil pengukuransedemikian rupa sehingga kumpulan data tersebut berubahmenjadi informasi yang berguna. peringkasan tersebutdapat berupa ukuran statistik, tabel. Analisa univariatdilakukan masing–masing variabel yang diteliti yaitukepuasan kerja dan kinerja perawat. Statistik deskriptifdigunakan untuk memberikan gambaran tentang datamasing-masing variabel.









KESIMPULAN


Hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerjapositif, artinya untuk meningkatkan kinerja perawat makaperlu ditingkatkan juga mengenai kepuasan kerja peraw

REVIEW JURNAL JOB ENRICHMENT KELOMPOK APEL

KELOMPOK APEL

3 PA 06

ADAM ZAINI BACHRI                    ( 10513121 )

DEA SEPTIANI                                 ( 12513071 )

LULU YOLANDA SYIFA                 ( 14512271 )

MARCHIA DHIYA FATHIN            ( 15513260 )

NAZHIRA SARFINA                          ( 16513370 )

RAKA NOVANDRA                          ( 17513213 )


REVIEW JURNAL

JOB ENRICHMENT

REVIEW JURNAL

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PSIKOLOGI MANAGEMENT

JUDUL JURNAL : THE JOB ENRICHMENT CAUSES HIGH LEVEL OF EMPLOYEE

COMMITMENT DURING THE PERFORMANCE OF THEIR DUTIES: A

BEHAVIORAL STUDY FROM PAKISTAN

NAMA JURNAL : Arabian Journal of Business and Management Review (OMAN Chapter) Vol. 1, No.9; April 2012

NAMA PENULIS : M Khyzer Bin Dost, Zia-ur-Rehman (PAKISTAN)

1Hailey College of Commerce, Punjab University, Lahore

(2) Shakeela Saleem(PAKISTAN)

2Quaid-i-Azam School of Management Sciences, Quaid-i-Azam University, Islamabad

1shakeela_55@yahoo.com


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

     Komitmen karyawan selalu menjadi perdebatan yang panas untuk peningkatan produktivitas organisasi dan keuntungan .Pegawai dapat lebih yang dilakukan oleh jalan pengayaan pekerjaan mereka . Karyawan pengayaan adalah keputusan yang saling terkait pekerjaan komitmen dan . Lebih adanya pekerjaan yang dari pegawainya adalah diperkaya , semakin mereka akan berkomitmen . Semakin banyak karyawan berkomitmen , semakin mereka akan meningkatkan produktivitas dan keuntungan dari organisasi . Berdasarkan data yang diperoleh dari empat kota-kota besar pakistan , itu itu dikenali bahwa jika adanya pekerjaan yang pegawai organisasi adalah diperkaya , tingkat komitmen mereka akan ditingkatkan secara positif dan bahwa itu akan meningkatkan produktivitas mereka tingkat dalam sektor publik serta dalam organisasi sektor swasta.


B.     Rumusan Masalah

Adanya komitmen peningkatan produktivitas karyawan.



BAB II

KAJIAN PUSTAKA

1.      Job Enrichment

     Locke ( 1968 ) menunjukkan bahwa selalu ada hubungan positif antara keterlibatan dan pencapaian tujuan oleh pekerja yang saat ini karyawan pekerjaan yang diperkaya .Pekerjaan pengayaan juga meningkat motivasi tingkat kinerja karyawan di tempat kerja dan kecenderungan mereka untuk mencapai tujuan juga menjadi lebih mungkin & amp ( bryan; locke , 1967; latham & amp baldes; , 1975; latham & amp kinne; , 1974; latham & amp yukl; , ; ronan 1975 , latham , & amp kinne; , 1973; herzberg & amp; frederick , ; myers 1968 , 1970; king , 1974

2.      Employee commitment

      Ada begitu banyak penelitian telah dilakukan terhadap menemukan metode baru bagaimana meningkatkan komitmen karyawan di organisasi tersebut ( porter , mowday , & amp; mengarahkan , 1982 ) , sebagai akibat dari ini penelitian yang organisasi kinerja tidak bergantung pada organisasi komitmen


BAB III

METODOLOGI

C.     Pendekatan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif


D.      Subjek Penelitian

Para karyawan


E.     Teknik Pengumpulan Data

            Sampel yang digunakan untuk pengumpulan data total 400 kuesioner sepatutnya didistribusikan dan dikumpulkan setelah menyelesaikan dari lahore, rawalpindi, faisalabad dan islamabad. 5 skala likert titik memiliki dua ekstrim berakhir digunakan untuk pengumpulan data.


F.      Analisis Data

     Data yang dikumpulkan melalui kuesioner akan masuk ke dalam statistik paket untuk ilmu sosial ( spss ) . Setelah alat yang digunakan untuk analisis

REVIEW JURNAL MOTIVASI KELOMPOK APEL

KELOMPOK APEL

3 PA 06

ADAM ZAINI BACHRI                  ( 10513121 )

DEA SEPTIANI                               ( 12513071 )

LULU YOLANDA SYIFA              ( 14512271 )

MARCHIA DHIYA FATHIN         ( 15513260 )

NAZHIRA SARFINA                      ( 16513370 )

RAKA NOVANDRA                       ( 17513213 )


REVIEW JURNAL

MOTIVASI

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PSIKOLOGI MANAGEMENT

JUDUL JURNAL : PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN METODE PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPS TERPADU KELAS VIII SMP PGRI 16 BRANGSONG KABUPATEN KENDAL

NAMA JURNAL : ECONOMIC EDUCATION ANALYSIS JOURNAL

NAMA PENULIS : Astuti, Wiwin Wiji , FX.Sukardi, Partono


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Dalam jurnal yang berjudul “pengaruh motivasi belajar dan metode pembelajaran terhadap hasil belajar IPS terpadu kelas VIII SMP PGRI 16 BRANGSONG KAB> KENDAL” Slameto (2010) mengemukakan bahwa faktor yang mempengaruhi hasil belajar dibeda­kan menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang be­rasal dari dalam diri siswa, seperti disiplin bela­jar, kondisi fisiologis (keadaan fisik dari siswa), kondisi psikologi (kecerdasan, bakat, minat, motivasi). Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa, seperti faktor lingkun­gan, alat instrument (kurikulum, metode pembe­lajaran, sarana dan fasilitas serta guru/pengajar). Menurut Sardiman (2007) dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan karena hasil belajar akan optimal kalau ada motivasi”. Siswa akan berhasil dalam belajar apabila dalam diri siswa ada suatu keinginan untuk belajar. Keinginan be­lajar akan berpengaruh terhadap aktivitas siswa dalam proses belajar di sekolahan, apabila me­milki keinginan atau motivasi maka berpengaruh terhadap kegiatan belajar di kelas sehingga men­jadi siswa yang aktif di kelas. Dalam kegiatan belajar mengajar, tugas siswa adalah belajar apa­bila siswa tidak berbuat sesuatu yang seharusnya dikerjakan yaitu belajar maka perlu diselediki sebab-sebabnya.


B.     Rumusan Masalah

Adanya pengaruh motivasi belajar dan metode pembelajaran terhadap hasil belajar siswa




BAB II

KAJIAN PUSTAKA

1.      Motivasi belajar

Menurut Sardiman (2007) dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan karena hasil belajar akan optimal kalau ada motivasi”. Siswa akan berhasil dalam belajar apabila dalam diri siswa ada suatu keinginan untuk belajar. Keinginan be­lajar akan berpengaruh terhadap aktivitas siswa dalam proses belajar di sekolahan, apabila me­milki keinginan atau motivasi maka berpengaruh terhadap kegiatan belajar di kelas sehingga men­jadi siswa yang aktif di kelas. Dalam kegiatan belajar mengajar, tugas siswa adalah belajar apa­bila siswa tidak berbuat sesuatu yang seharusnya dikerjakan yaitu belajar maka perlu diselediki sebab-sebabnya

2.      Proses pembelajaran

Hal ini sesuai dengan pernyataan Tu’u dalam Imroah (2008) yang menyatakan bahwa unsur yang ada dalam hasil belajar adalah prestasi belajar dan nilai siswa. Mengemukakan beberapa pendapat lain mengenai prestasi belajar yaitu: (1) Prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran di sekolah, (2) Presta­si belajar tersebut terutama dinilai sebagai aspek kognitifnya, (3) Prestasi belajar juga dibuktikan dan ditunjukan melalui nilai atau angka nilai dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh guru terhadap tugas siswa dan ulangan-ulangan atau ujian yang ditempuhnya. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa adalah hasil belajar yang dicapai siswa ketika mengikuti dan mengerjakan tugas dan kegiatan pembelajaran disekolah yang ditunjukan dengan nilai atau angka sesuai batas ketuntasan mini­mum yang telah ditetapkan oleh sekolah




BAB III

METODOLOGI

C.     Pendekatan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif


D.    Subjek Penelitian

Populasi peneli­tian ini adalah siswa kelas VIII SMP PGRI 16 Brangsong Kabupaten Kendal yang berjumlah 116 siswa karena penelitian ini adallah pene­litian populasi maka diperoleh sampel sebesar 116 siswa



E.     Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dikakukan dengan cara menggunakan angket dan dokumentasi. berganda, dan uji hipotesis.


F.      Analisis Data

Metode analisis data meng­gunakan analisis deskriptif, uji prasyarat analisis, uji asumsi klasik, dan analisis regresi

Selasa, 08 Desember 2015

REVIEW FILM MOTIVASI

 KELOMPOK APEL
3 PA 06
ADAM ZAINI BACHRI                  ( 10513121 )
DEA SEPTIANI                               ( 12513071 )
LULU YOLANDA SYIFA              ( 14512271 )
MARCHIA DHIYA FATHIN         ( 15513260 )
NAZHIRA SARFINA                      ( 16513370 )
RAKA NOVANDRA                       ( 17513213 )

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

            Motivasi adalah perilaku yang ingin mencapai tujuan tertentu yang cenderung untuk menetap. Motivasi juga merupakan kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan prilaku yang tetap ke  arah tujuan tertentu. Motivasi bisa berasal dari dalam diri seseorang atau pun dari luar dirinya. Motivasi yang berasal dari dalam diri sesorang disebut motivasi instrinsik, dan yang berasal dari luar adalah motivasi ekstrinsik.
            Motivasi adalah sebuah kemampuan kita untuk memotivasi diri kita tanpa memerlukan bantuan orang lain. Memotivasi diri adalah proses menghilangkan faktor yang melemahkan dorongan kita. Rasa tidak berdaya dihilangkan menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Sementara harapan dimunculkan kembali dengan membangun keyakinan bahwa apa yang diinginkan bisa kita capai.
            Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas belajar seseorang. Tidak ada seorang pun yang belajar tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi dalam belajar tidak hanya diketahui, tetapi juga harus diterangkan dalam aktivitas belajar mengajar.
            Dengan demikian jika sebuah  motivasi (dalam hal ini ketidak berdayaan dan tanpa harapan) dihilangkan, maka aliran energi dalam tubuh kita bisa mengalir kembali. Dan pada makalah ini, saya akan mencoba membahas tentang motivasi dan macam-macam teori motivasi.


BAB II
PEMBAHASAN
REVIEW FILM : THE PURSUIT OF HAPPYNESS




SiNOPSIS

Cerita film ini dimulai pada tahun 1981 di San FranciscoCalifornia. Linda dan Chris Gardner hidup di sebuah apartemen kecil bersama anak mereka yang berusia 5 tahun, Christopher. Chris adalah seorang salesman yang menghabiskan seluruh tabungan keluarga untuk membeli franchise untuk menjual scanner tulang (Bone Density Scanner) portable. Scanner ini memang mampu menghasilkan gambar lebih baik dari X-ray, tetapi kebanyakan dokter yang ditemui Chris beranggapan bahwa harganya terlalu mahal. Linda, istrinya, bekerja sebagai buruh di sebuah laundry. Keluarga kecil ini mulai terpecah ketika mereka menyadari bahwa mereka tak mampu membayar sewa rumah dan tagihan-tagihan yang semakin menumpuk. Keadaan diperparah oleh kebiasaan Chris yang memarkir mobilnya sembarangan. Karena tak mampu membayar surat tilang, mobil Chris akhirnya disita. Puncaknya, Linda pergi meninggalkan Chris dan pergi ke New York City. Awalnya ia hendak membawa serta Christopher, namun urung atas permintaan Chris.
Dalam keadaan putus asa, Chris tak sengaja berjumpa dengan seseorang yang membawa Ferari warna merah. Chris bertanya kepada orang itu, pekerjaan apa yang ia lakukan sehingga mampu membeli mobil mewah? Orang tersebut menjawab bahwa ia adalah seorang pialang saham. Sejak saat itu Chris memutuskan untuk berkarier sebagai pialang saham.
Chris menerima tawaran magang tanpa dibayar di sebuah perusahaan pialang Dean Witter Reynoldsyang menjanjikan pekerjaan bagi peserta magang terbaik. Dalam masa magang yang tak dibayar itu, Chris mulai kehabisan uang. Akhirnya ia diusir dari rumah sewanya dan menjadi tuna wisma. Selama beberapa hari ia tidur di tempat-tempat umum, namun kemudian ia memutuskan untuk tidur di rumah singgah Glide Memorial Chruch. Karena keterbatasan tempat, mereka harus mengantri untuk mendapatkan kamar. Kadang mereka berhasil, kadang gagal dan terpaksa tidur diluar. Kemiskinan dan ke-tunawisma-an ini semakin mendorong tekad Chris untuk menjalankan tugas dengan giat dan mendapatkan pekerjaan di Dean Witter Reynolds.
Di akhir cerita, Chris berhasil menjadi peserta terbaik dan diterima bekerja di sana. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan pialang sendiri, Gardner Rich. Pada tahun 2006, ia menjual sebagian kecil sahamnya dan berhasil mendapatkan jutaan dolar dari penjualan itu.

DEFINISI MOTIVASI
  1. Menurut (Mr. Donald : 1950) Motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.
  2. (Davies, Ivor K : 1986) Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan / tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan / keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan. Motivasi adalah kekuatan tersembunyi di dalam diri kita yang mendorong kita untuk berkelakuan dan bertindak dengan cara yang khas
  3. (Prof. Drs. Nasution : 1995) Motivasi adalah usaha – usaha untuk menyediakan kondisi – kondisi sehingga anak itu mau melakukan sesuatu 
  4. Robbins dan Judge (2007) mendefinisikan motivasi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan usaha untuk mencapai suatu tujuan.
    Samsudin (2005) memberikan pengertian bahwa yang dimaksud dengan motivasi sebagai proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan. 
  5. Motivasi juga dapat diartikan sebagai dorongan (driving force) dimaksudkan sebagai desakan yang alami untuk memuaskan dan memperahankan kehidupan.
    Mangkunegara (2005,61) menyatakan : “motivasi terbentuk dari sikap (attitude) karyawan dalam menghadapi situasi kerja di perusahaan (situation). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja maksimal”.
Jadi, menurut kelompok kami motivasi adalah alasan atau dorongan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu

TEORI MOTIVASI

a.       Teori Motivasi Prestasi dari Mc. Clelland 
Konsep penting lain dari teori motivasi yang didasarkan dari kekuatan yang ada pada diri manusia adalah motivasi prestasi menurut Mc Clelland seseorang dianggap mempunyai apabila dia mempunyai keinginan berprestasi lebih baik daripada yang lain pada banyak situasi Mc. Clelland menguatkan pada tiga kebutuhan menurut Reksohadiprojo dan Handoko (1996 : 85) yaitu : 

1. Kebutuhan prestasi tercermin dari keinginan mengambil tugas yang dapat dipertanggung jawabkan secara pribadi atas perbuatan-perbuatannya. Ia menentukan tujuan yang wajar dapat memperhitungkan resiko dan ia berusaha melakukan sesuatu secara kreatif dan inovatif. 

2. Kebutuhan afiliasi, kebutuhan ini ditujukan dengan adanya bersahabat. 

3. Kebutuhan kekuasaan, kebutuhan ini tercermin pada seseorang yang ingin mempunyai pengaruh atas orang lain, dia peka terhadap struktur pengaruh antar pribadi dan ia mencoba menguasai orang lain dengan mengatur perilakunya dan membuat orang lain terkesan kepadanya, serta selalu menjaga reputasi dan kedudukannya. 


b. Teori X dan Y dari Mc. Gregor
Teori motivasi yang menggabungkan teori internal dan teori eksternal yang dikembangkan oleh Mc. Gregor. Ia telah merumuskan dua perbedaan dasar mengenai perilaku manusia. Kedua teori tersebut disebut teori X dan Y. Teori tradisional mengenai kehidupan organisasi banyak diarahkan dan dikendalikan atas dasar teori X. Adapun anggapan yang mendasari teori-teori X menurut Reksohadiprojo dan Handoko (1996 : 87 )
a. Rata-rata pekerja itu malas, tidak suka bekerja dan kalau bisa akan menghidarinya.
b. Karena pada dasarnya tidak suka bekerja maka harus dipaksa dan dikendalikan, diperlakukan dengan hukuman dan diarahkan untuk pencapaian tujuan organisasi.
c. Rata-rata pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi kecil, kemamuan dirinya diatas segalanya
Teori ini masih banyak digunakan oleh organisasi karena para manajer bahwa anggapn-anggapan itu benar dan banyak sifat-sifat yang diamati perilaku manusia, sesuai dengan anggapan tersebut teori ini tidak dapat menjawab seluruh pertanyaan yang terjadi pada orgaisasi. Oleh karena itu, Mc. Gregor menjawab dengan teori yang berdasarkan pada kenyataannya. 

Anggapan dasar teori Y adalah : 

a. Usaha fisik dan mental yang dilakukan oleh manusia sama halnya bermain atau istirahat. 

b. Rata-rata manusia bersedia belajar dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung jawab. 

c. Ada kemampuan yang besar dalam kecedikan, kualitas dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh pegawai.
d. Pengendalian dari luar hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan tercapainya tujuan organisasi.
REVIEW FILM

  Berdasarkan Teori X dan Y dari Mc. Gregor :
Gardner termasuk orang yang percaya akan kemampuan dirinya. Ia dapat meyakinkan atasannya bahwa ia memiliki kemampuan untuk bekerja dengan baik, meskipun ia bukan seorang sarjana.

Berdasarkan . Teori Motivasi Prestasi dari Mc. Clelland :

Chris rela melewati proses pendidikan dan seleksi yang berat tersebut. Dan dia harus bisa mengatur dan menghadapi banyak kesulitan antara belajar menjadi pialang saham, mengantar dan menjemput anaknya di tempat penitipan anak, antri di sore hari di tempat penampungan tuna wisma, sering tidak makan agar menghemat uang yang tinggal sedikit dan masih harus mencari calon pelanggan untuk perusahaan pialang saham.


BAB III
PENUTUP

     Motivasi adalah keadaan individu yang terangsang yang terjadi jika suatu motif telah dihubungkan dengan suatu pengharapan yang sesuai. Sedangkan motif adalah segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif tidak dapat dilihat begitu saja dari perilaku seseorang karena motif tidak selalu seperti yang tampak, bahkan kadang-kadang berlawanan dari yang tampak. Dari tujuan-tujuan yang tidak selalu disadari ini, kita dipaksa menghadapi seluruh persoalan motivasi yang tidak disadari itu. Karena teori motivasi yang sehat tidak membenarkan pengabaian terhadap kehidupan tidak sadar.
            Dari banyaknya pandangan yang berbeda mengenai motivasi yang mungkin dikarenakan oleh penggunaan metode observasi yang berbeda-beda, studi tentang berbagai kelompok usia dan jenis kelamin yang berbeda, dan sebagainya, terdapat model tentang motivasi yang di generalisasi yang mempersatukan berbagai teori yang ada. Ada macam-macam motivasi dalam satu perilaku.
            Suatu perbuatan atau keinginan yang disadari dan hanya mempunyai satu motivasi bukanlah hal yang biasa, tetapi tidak biasa. Karena suatu keinginan yang disadari atau perilaku yang bermotivasi dapat berfungsi sebagai penyalur untuk tujuan-tujuan lainnya. Apabila dapat terjadi keseimbangan, hal tersebut mencerminkan ”hasil pekerjaan”seseorang yang berhadapan dengan potensinya untuk perilaku, yang dapat diidentifikasi sebagai ”kemampuannya”. Jadi, motivasi memegang peranan sebagai perantara untuk mentransformasikan kemampuan menjadi hasil pekerjaan.





DAFTAR PUSTAKA

Ryanti, D.B.P & Prabowo, H. Seri Diktat Kuliah Psikologi Umum 2. Jakarta: Fakultas
    Psikologi Universitas Gunadarma

Maslow, Abraham H. 1984. Motivasi dan Kepribadian. Jakarta : PT. Gramedia

Rabu, 11 November 2015

Review Film Expendable



 
KELOMPOK APEL
3 PA 06
REVIEW FILM EXPENDABLE

 


ADAM ZAINI BACHRI                  ( 10513121 )
DEA SEPTIANI                               ( 12513071 )
LULU YOLANDA SYIFA              ( 14512271 )
MARCHIA DHIYA FATHIN        ( 15513260 )
NAZHIRA SARFINA                      ( 16513370 )
RAKA NOVANDRA                       ( 17513213 )




SINOPSIS
Barney Ross adalah pimpinan sebuah kelompok tentara bayaran yang bernama “The Expendables”. Anggota dari The Expendables adalah :
1. Lee Christmas, si ahli pisau yang juga mantan anggota pasukan elite Inggris yaitu SAS (Special Air Service).
2. Yin Yang, keturunan Vietnam yang ahli beladiri tangan kosong
3. Hale Caesar, spesialisasinya adalah senapan laras panjang
4. Toll Road si ahli peledakan
5. Gunnar Jansen si penembak jitu
- Tool si penjual senjata yang mensuplai senjata-senjata untuk The Expendables
Biarpun The Expendables adalah kelompok tentara bayaran (mercenary) yang selalu dekat dengan kekerasan, tetapi mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai peri kemanusiaan. Barney Ross selalu melarang anak buahnya untuk menyiksa lawan yang sudah tak berdaya.
Sayangnya ada satu personel The Expendables yang tidak menuruti perintah Barney itu yaitu Gunnar. Suatu ketika The Expendables berhasil mengalahkan gerombolan bajak laut di Somalia dan membebaskan sanderanya tetapi Gunnar dengan kejamnya berniat menggantung pimpinan bajk laut yang sudah tak berdaya, untunglah berhasil dicegah oleh Barney dan Yin Yang.Karena sifat buruknya itu, Gunnar terpaksa dikeluarkan dari The Expendables.
Suatu ketika The Expendables mendapat tugas dari seorang pendeta misterius yang mengaku bernama Mr. Church.Tugas dari Mr. Church itu adalah membunuh Jendral Garza yang merupakan pemimpin sebuah negara di Amerika Selatan bernama Negara Vilena. Jendral Garza bisa menjadi pemimpin Vilena dengan kudeta berdarah kemudian memimpin Vilena dengan kejam sehingga rakyatnya sangat menderita.
Tugas itu tentu saja tugas berat dan bisa dikatakan hampir mustahil karena sebagai kepala Negara, Jendral Garza pasti dijaga ketat oleh sekitar 600 tentaranya (memang hanya 600 karena Vilena adalah Negara kecil). Tetapi karena bayarannya besar, Barney menerima tugas dari Mr. Church itu.
Sebagai langkah awal, Barney dan Christmas datang dengan naik pesawat sewaan ke Vilena, mereka mengaku sebagai ahli biologi yang akan meneliti species burung di Vilena sehingga diijinkan masuk ke Vilena.Di Vilena, Barney dan Christmas bertemu dengan teman Mr. Church yang akan membantu tugas mereka yaitu seorang wanita bernama Sandra.Ternyata Sandra adalah putri Jendral Garza yang memang berniat melawan ayahnya karena tidak senang dengan gaya memerintahnya yang menyengsarakan rakyat itu.
Tetapi ketika sedang mengamati markas Jendral Garza, Barney dan kawan-kawan ketahuan tentara Vilena sehingga ditembak. Tetapi dengan keahliannya sebagai tentara bayaran, Barney dan Christmas bisa melakukan perlawanan sehingga bisa lolos kemudian melarikan diri dengan pesawat sewaannya.
 Untungnya Vilena tidak mempunyai angkatan udara sehingga Barney danChristmas dengan pesawatnya tidak terkejar. Tidak hanya itu, Barney dan Christmas bisa melakukan serangan udara berupa pengeboman sehingga menewaskan sekitar 40 tentara Vilena. Sayangnya Sandra tertinggal di Vilena sehingga tertangkap oleh tentara-tentara Vilena yang tidak perduli walaupun Sandra adalah putri Jendral Garza. Ketika di Vilena, Barney dan Christmas sempat memotret orang Amerika yang terlihat dekat dengan Jendral Garza sehingga bisa dilacak siapa sebenarnya orang Amerika itu. Ternyata orang Amerika itu adalah bekas anggota CIA yang membelot bernama James Munroe.
James Munroe inilah yang membantu Jendral Garza melakukan kudeta sehingga bisa menjadi pemimpin Vilena. Tetapi sebenarnya James Munroe hanya menjadikan Jendral Garza sebagai pemimpin boneka karena sebenarnya James Munroe yang mengendalikan Vilena dan James Munroe menggunakan tanah di Vilena untuk menanam ganja.
Perbuatan jahat James Munroe itu sudah diketahui CIA tetapi tidak mungkin untuk mengerahkan pasukan ke Vilena karena bisa merusak citra Negara Amerika. Maka CIA menyuruh salah satu agennya yaitu Mr. Church untuk menyewa The Expendables
Sebenarnya Barney sudah membatalkan kerjasamanya dengan Mr. Church karena sadar bahwa tugas di Vilena itu sangat berbahaya. Tetapi Barney ingat bahwa Sandra masih tertinggal di Vilena dan Sandra memang dalam keadaan menyedihkan di Vilena. Sandra disiksa oleh James Munroe dan anak buahnya supaya mengaku dengan siapa dia bekerjasama tetapi Sandra tetap tidak mau mengaku.
Karena merasa berhutang budi pada Sandra, Barney bertekad kembali ke Vilena untuk membebaskannya. Barney sudah melarang teman-temannya ikut ke Vilena tetapi karena rasa setia kawan yang kuat, teman-teman Barney di The Expendables memaksa untuk ikut ke Vilena.Akhirnya Barney berangkat ke Vilena dengan seluruh personel The Expendables. Tetapi dalam perjalanannya ke Vilena, Barney dan kawan-kawan dihalang-halangi oleh Gunnar. Ternyata Gunnar merasa sakit hati karena dikeluarkan dari The Expendables sehingga membelot ke pihak James Munroe.Setelah melalui pertarungan yang seru, Gunnar berhasil dilumpuhkan bahkan dari keterangan Gunnar, Barney bisa mendapat informasi yang berharga untuk mengalahkan James Munroe dan Jendral Garza.
Berkat informasi dari Gunnar, Barney dan kawan-kawan bisa menyusup ke istana Jendral Garza dan berhasil membebaskan Sandra yang akan diperkosa oleh anak buah James Munroe. Tetapi aksi Barney dan kawan-kawan diketahui oleh tentara-tentara Vilena.Walaupun sudah melakukan perlawanan dengan seru dan gigih, tetapi karena kalah banyak jumlah personelnya, The Expendablse terpaksa menyerah dan Sandra kembali ditawan James Munroe.
Untungnya terjadi perpecahan antara Jendral Garza dan James Munroe. Jendral Garza merasa jengkel karena selama ini hanya dijadikan jendral boneka apalagi James Munroe menangkap Sandra, anaknya kemudian disiksa. Jendral Garza menuntut James Munroe untuk membebaskan Sandra.
Pertengkaran semakin memuncak sehingga James Munroe dan anak buahnya terpaksa membunuh Jendral Garza dan pengawalnya. Akibatnya tentara Vilena tidak memperdulikan The Expendable dan menyerang James Munroe dan anak buahnya yang sudah membunuh Jendral Garza.
Kesempatan itu dimanfaatkan The Expendable untuk meledakkan istana Jendral Garza dan mengejar James Munroe dan anak buahnya yang berusaha melarikan diri dengan helicopter sambil membawa Sandra sebagai sandera.
Setelah melalui pertempuran yang seru, satu-persatu anak buah James Munroe berhasil dikalahkan dan akhirnya James Munroe berhasil dibunuh kemudian Sandra bisa dibebaskan dengan selamat.Tidak ada lagi penindasan di Vilena dan rakyatnya bisa hidup dengan tentram.


TEORI
Teori yang kami ambil adalah teori kepemimpinan Path-Goal, dan dibawah ini adalah analisis film The Expendables yang kami kaitkan dalam teori ini:
      Ø   Teori Kepemimpinan Path-Goal
Path-Goal Theory atau model arah tujuan ditulis oleh House (1971) menjelaskan kepemimpinan sebagai keefektifan pemimpin yang tergantung dari bagaimana pemimpin memberi pengarahan, motivasi, dan bantuan untuk pencapaian tujuan para pengikutnya. Path-Goal Theory, berpendapat bahwa efektifitas pemimpin ditentukan oleh interaksi antara tingkah laku pemimpin dengan karakteristik situasi (House 1971). Dapat dikelompokkan dalam 4 kelompok:
ü  Supportive leadership (menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan bawahan dan menciptakan iklim kerja yang bersahabat)
v  DALAM FILM
(Pada saat Barney melakukan perjalanan pertamanya menuju PulauValiena, dia menyadari bahwa tugas yang diberikan oleh Mr.Crunch sangat berat dan dia berniat untuk membatalkan misi tersebut. Karena ia tidak ingin kelompoknya menjadi terluka dan terjadi hal-hal yang lebih buruk)

ü  Directive leadership (mengarahkan bawahan untuk bekerja sesuai dengan peraturan, prosedurdan petunjuk yang ada)

v  DALAM FILM
(ketika The Expendables sampai di pulau Valiena, mereka mulai melakukan misi baru yaitu membebaskan Sandra yaitu anak dari jendral Garza yang di tawandan di siksa oleh James Munroe dan anak buahnya supaya mengaku dengan siapa dia bekerjasama, tetapi karena mereka kalah dalam jumlah pasukan maka akhirnya mereka mundur sementara untuk menyelamatkan diri)
ü  Participative leadership (konsultasi dengan bawahan dalam pengambilan keputusan)

v  DALAM FILM
(Suatu ketika Barney mendapat tugas dari seorang pendeta misterius yang mengaku bernama Mr. Church. Tugas dari Mr. Church itu adalah membunuh Jendral Garza yang merupakan pemimpin sebuah negara di Amerika Selatan bernama Negara Vilena. Jendral Garza bisa menjadi pemimpin Vilena dengan kudeta berdarah kemudian memimpin Vilena dengan kejam sehingga rakyatnya sangat menderita. Setelah ia menerima tugas tersebut, dia mengumpulkan seluruh anggotanya untuk berdiskusi apakah akan di ambil pekerjaan ini atau tidak dan hasilnya bahwa mereka akan mengambil pekerjaan itu dengan komisi yang sama rata satu dengan yang lainnya)

ü  Achievement-oriented leadership (menentukan tujuan organisasi yang menantang dan menekankan perlunya kinerja yang memuaskan).

v  DALAM FILM
(karena pekerjaan ini sangat menantang dan berbahaya, maka Barney dan Christmas memutuskan melakukan observasi untuk mengetahui tempat dan musuh seperti apa yang akan mereka hadapi. Setelah ia mengetahui misinya, sebenarnya ia ingin menolak tugas tersebut karena terlalu berat dan mustahil tetapi karena Sandra telah menjadi tawanan dari James Munroe maka di anekat untuk kembali ke valiena demi membebaskan Sandra tanpa membawa anak buahnya. Barney sudah melarang teman-temannya ikut ke Vilena tetapi karena rasa setia kawan yang kuat, teman-teman Barney di The Expendables memaksa untuk ikut ke Vilena.)

BAB III

PENUTUP

Teori yang di kaitkan dengan film yang kelompok kami pilih yaitu  Kepemimpinan Path-Goal dimana Path-Goal Theory  atau model arah tujuan ditulis oleh House (1971) menjelaskan kepemimpinan sebagai keefektifan pemimpin yang tergantung dari bagaimana pemimpin memberi pengarahan, motivasi, dan bantuan untuk pencapaian tujuan para pengikutnya. Path-Goal Theory, berpendapat bahwa efektifitas pemimpin ditentukan oleh interaksi antara tingkah laku pemimpin dengan karakteristik situasi (House 1971).