Senin, 28 September 2015

Sistem Informasi Psikologi

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut. 
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari beberapa prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu tujuan tertentu

Pengertian lain dari sistem adalah kumpulan beberapa elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Selain definisi di atas, beberapa ahli juga mencoba mendefinisiskan sistem. 
Berikut definisi sistem menurut para ahli:
* Menurut Yakub (2012), sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau tujuan tertentu.
Menurut Sutarman  (2012), sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama.
Menurut Sutabri (2012), Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan


Sebuah sistem memiliki karakteristik, antara adalah:n:
1. MEMILIKI KOMPONEN: Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinterkasi, bekerja sama dan membentuk suatu kesatuan. Sebuah sistem, tidak peduli betapapun kecil nya, selalu mengandung komponen atau subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses secara keseluruhan.
2. TUJUAN: Setiap sistem memiliki tujuan atau goal yang akan menjadi motivator dan pengaah bagi sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tidak teratur dan terkontrol.
3. MASUKAN dan KELUARAN: Masukan berarti segala sesuatu yang masuk kedalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Contohnya seperti bahan mentah dan informasi. Kemudian masukan tadi di proses, yaitu dengan melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa produk, tapi bisa juga  berupa hal-hal yang tidak berguna. Lalu keluaran, seperti yang telah dibahas tadi, keluaran adalah hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran dapat berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan lain-lain.
4. PENGOLAH SISTEM (PROSES): Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang inginkan.
5. PENHUBUNG SISTEM (INTERFACE): merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan 
subsistem yang lainnya.
6. BATAS: Batas, yang disebut batas sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Contohnya dalam sistem penjualan buku, didalam sistem ini batas ada hanya pada penjualan buku, tidak keluar dari ruang lingkup tersebut.
7. MEKANISME PENGENDALIAN dan UMPAN BALIK: Mekanisme pengendalian dan umpan balik, control mechanism diwujudkan dengan menggunakan umpan balik yang mencuplik keluaran. Umpan balik digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
8. LINGKUNGAN: Dan yang terakhir lingkungan, lingkungan merupakan segala sesutu yang berada diluar sistem. Lingkungan dapat memberikan pengaruh positif atau negatif, tentu saja dampak negatifnya harus dikendalikan agar tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus dijaga, karena mengacu terhadap kelangsungan hidup sistem.

Suatu sistem juga memiliki model umum, sistem memiliki 2 jenis model umum, yaitu:
  • Model Sistem Sederhana = INPUT -> PROSES -> OUTPUT
CONTOH: program kalkulator, setelah kita masukan angka dan operasi matematikanya, kemudian dijalankan, maka kita akan mendapatkan hasilnya.
  • Model Sistem Dengan Banyak Input Dan Output
CONTOH: matrix, masukannya banyak, keluarannya juga banyak

Selain itu, sistem juga memiliki beberapa metode, yaitu:
a. Blackbox Approach : adalah suatu sistem dimana input dan outputnya didefinisikan tetapi prosesnya tidak diketahui atau tidak terdefinisi. Metode ini hanya dapat dimengerti oleh pihak dalam (yang menangani), sedangkan pihak luar hanya mengetahui masukan dan hasilnya. Sistem  ini terdapat pada subsistem tingkat terendah. Contohnya, bagian pencetakan uang, proses pencernaan
b. Analityc Sistem: merupakan suatu metode yang mencoba untuk melihat hubungan seluruh maslah untuk menyelidiki kesistematikaan tujuan dari sistem yang tidak efektif dan evaluasi pilihan dalam bentuk ketidakefektifan dan biaya.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa “Sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari pengumpulan, pemasukan, pemrosesan data, penyimpanan, pengolahan, pengendalian dan pelaporan sehingga tercapai sebuah informasi yang mendukung pengambilan keputusan didalam suatu organisasi untuk dapat mencapai sasaran dan tujuannya”.

Informasi
 Informasi adalah berita yang mengandung maksud tertentu. Manusia memiliki pengetahuan dan pengalaman yang selalu ingin di bagikan kepada orang lain. Pengalaman atau pengetahuan yang dikomunikasikan kepada orang lain tersebut merupakan pesan atau informasi. Jadi, pesan atau informasi menuntut adanya kehadiran pihak lain. Kata komunikasi berasal dari bahasa latincommunicate yang bermakna berbagai atau menyampaikan berita, pesan, informasi, dan perasaan kepada orang lain.
1. Gordon B. Davis (2012) , informasi adalah data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyaiarti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan mendatang
2. Menurut Sutarman (2012), Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima
3. Menurut Notoatmojo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat mempengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya akan membuat seseorang berprilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Menurut Sutarman (2012), Nilai dari informasi ditentukan oleh lima hal yaitu:
1. Untuk memperoleh pemahaman dan manfaat.
2. Untuk mendapatkan pengalaman.
3. Pembelajaran yang terakumulasi sehingga dapat diaplikasikan dalam pemecahan
masalah atau proses bisnis tertentu.
4. Untuk mengekstrak inplikasi kritis dan merfleksikan pengalaman masa lampau yang menyediakan pengetahuan yang terorganisasi dengan nilai yang tinggi. nilai ini bisa menyediakan pengetahuan yang terorganisasi dengan nilai yang tinggi. nilai ini bisa menghindari seorang manajer dari membuat kesalahan yang sama dilakukan oleh manajer lain sebelumnya.
5. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan taksir keuntungannya dengan suatu nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya

Ciri-ciri dari Informasi yaitu:
·        Data yang telah diolah
·        Bentuknya lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima
·        Menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata
·        Digunakan untuk mengambil keputusan

Psikologi

Psikologi berasal dari perkataan Yunani yaitu “psyche” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologis (arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya. Dengan singkat di sebut ilmu jiwa.
Beberapa ahli juga mendifinisikan psikologi sebagai berikut:
a. Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
b. Dakir
psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
c. Muhibbin Syah
psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
d. Allport
Psikologi adalah satu upaya untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain secara aktual, dibayangkan, atau hadir secara tidak langsung



Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah kajian ilmu yang mempelajari hubungan antara ilmu psikologi dalam kaitannya dengan penggunaan dan pengaplikasian komputer dalam bidang psikologi.

Basuki, H. (2008). Pikologi Umum.Jakarta. Gunadarma
http://www.academia.edu/7899820/BAB_II
http://widuri.raharja.info/index.php?title=BAB_II_WIDURI_KKP
Ahmadi, H. Abu. (2009). Psikologi umum (edisi revisi 2009). Jakarta: RINEKA CIPTA