1) Pengertian Struktur Pengorganisasian
Struktur adalah sekumpulan variabel yang masing-masing dapat berbeda tipe, dan dikelompokkan ke dalam satu nama (menurut Pascal, struktur juga dikenal sebagai record).
Struktur membantu mengatur data-data yang rumit, khususnya dalam
program yang besar, karena struktur membiarkan sekelompok variabel
diperlakukan sebagai satu unit daripada sebagai entity yang terpisah.
Salah satu
contoh struktur tradisional adalah record daftar gaji karyawan, dimana
karyawan digambarkan dengan susunan lambang seperti nama, alamat, nomor
jaminan sosial, gaji dan sebagainya. Beberapa dari lambang tersebut
biasanya berupa struktur, nama mempunyai komponen begitu juga alamat dan
gaji.
Kata
organisasi mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu
lembaga atau kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit,
perwakilan pemerintah atau suatu perkumpulan olahraga. Pengertian kedua
berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dalam mana
kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan di antara para anggotanya agar
tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.
Pengorganisasian
(organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan
tujuan organisasi, sumberdaya-sumberdaya yang dimilikinya, dan lingkungan yang
melingkupinya
2)
Pengorganisasian Sebagai Fungsi Manajemen
setelah kita
telah mempelajari perencanaan sebagai salah satu fungsi manajemen, tentunya
kita harus mempelajari fungsi manajemen lainnya. Salah satu fungsi manajemen adalah
mengetahui pengorganisasian yang merupakan salah satu fungsi manajemen yang
penting karena dengan pengorganisasian berarti akan memadukan seluruh
sumber-sumber yang ada dalam organisasi,baik yang berupa sumber daya manusia
maupun sumber daya lainnya ke arah tercapainnya suatu tujuan.pentingnya
pengorganisasian sebagai fungsi yang dijalankan oleh setiap manajer atau
orang-orang yang menjalankan manajemendalam setiap organisasi.Fungsi manajemen
lainnya yaitu pengorganisasian,yang sama pula pentingnya dengan fungsi
perencanaan karena dalam pengorganisasian seluruh sumber (resources) baik
berupa manusia maupun yang nonmanusia harus diatur dan paduakan sedemikian rupa
untuk berjalannnya suatu organisasi dalam rangkai pencapaian tujuannya.
Pemahaman tentang pengorganisasian sebagai salah satu fungsi manajemen,akan
memberikan kejelasan bahwa proses pengaturan di dalam organisasi tidak akan
selesai,tanpa diikuti oleh aktuasi yang berupa bimbingan kepada manusia yang
berada di dalam organisasi tersebut,agar secara terus-menerus dapat menjalankan
kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya
ACTUATING DALAM MANAJEMEN
1) Pengertian Actuating Dalam Manajemen
Dari seluruh rangkaian
proses manajemen,
pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam
fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan
aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih
menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam
organisasi
Dalam hal ini, George
R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan
anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan
berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota
perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai
sasaran-sasaran tersebut.
Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya
untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai
pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan
secara optimal
sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya.
2)
Pentingnya Actuating Dalam Manajemen
Fungsi actuating lebih
menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam
organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila
tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan
nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus
dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM
harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi
masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang
telah ditetapkan.
3) Prinsip Actuating Manajemen
Prinsip - prinsip Penggerakan Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating
antara lain :
1. Memperlakukan
pegawai dengan sebaik-baiknya
2. Mendorong
pertumbuhan dan perkembangan manusia
3.Menanamkan
pada manusia keinginan untuk melebihi
4. Menghargai
hasil yang baik dan sempurna
5. Mengusahakan
adanya keadilan tanpa pilih kasih
6. Memberikan
kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
7.Memberikan
dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya
MENGENDALIKAN FUNGSI MANAJEMEN
1.
Pengertian Controlling (mengendalikan)
Pengendalian (controlling) adalah kegiatan
mengendalikan semua karyawan, agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan
bekerja sesuai dengan rencana. Apabila terdapat penyimpangan atau kesalahan,
diadakan tindakan perbaikan dan penyempurnaan rencana. Pengendalian karyawan
meliputi kehadiran, kedisiplinan, perilaku, kerja sama, pelaksanaan pekerjaan,
dan menjaga situasi lingkungan pekerjaan
2.
Langkah-Langkah
Dalam Kontrol
Mochler
dalam Stoner James, A. F. (1988) menetapkan empat langkah dalam proses
pengendalian, yaitu sebagai berikut:
1. Menentukan standar dan metode yang digunakan untuk
mengukur prestasi.
2. Mengukur
prestasi kerja.
3.
Menganalisis apakah prestasi
kerja memenuhi syarat.
4. Mengambil tindakan korektif
3. Kontrol Sebagai Fungsi Manajemen
a. Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan
target bisnis sesuai dengan indikator
yang telah ditetapkan
b. Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas
penyimpangan yang
mungkin ditemukan
c. Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai
masalah yang terkait
dengan
pencapaian tujuan dan target bisnis
MOTIVASI
1) Pengertian Motivasi
Motivasi adalah
gejala psikologis dalam bentuk dorongan yang timbul pada diri seseorang secara
sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi juga bisa
dalam bentuk usaha - usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang
tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang
dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Motivasi mempunyai
peranan starategis dalam aktivitas belajar seseorang. Tidak ada seorang pun
yang belajar tanpa motivasi, tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan
belajar. Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi
dalam belajar tidak hanya diketahui, tetapi juga harus diterangkan dalam
aktivitas sehari-hari.
2) Motivasi Kerja
Definisi motivasi kerja menurut para
penulis sebagai berikut:
Ellen A
Benowitz, “motivasi kerja adalah kekuatan yang menyebabkan individu bertindak
dengan cara tertentu. Orang punya motivasi tinggi akan lebih giat bekerja,
sementara yang rendah sebaliknya.”
John R.
Schemerhorn, “motivasi kerja yaitu mengacu pada pendorong di dalam
individu yang berpengaruh atas tingkat, arah dan gigihnya upaya seseorang dalam
pekerjaannya.”
3)
Teori
Motivasi
a.
Teori Motivasi ABRAHAM MASLOW (Teori Kebutuhan)
Abraham
Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki
kebutuhan pokok. Ia menunjukkanny
dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid,
orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu
dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan
biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan
penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi.
b.
Teori Motivasi HERZBERG (Teori dua faktor)
Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang
mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari
ketidakpuasan
c.
Teori Motivasi DOUGLAS McGREGOR
Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X
(negative) dan teori y (positif)
d. Teori dari Vroom (1964)
tentang cognitive theory of
motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia
yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan
KEPUASAN
KERJA
1) Pengertian Kepuasan Kerja
Menurut Hasibuan (2007) Kepuasan kerja
adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Kepuasan
kerja (job
statisfaction) karyawan harus diciptakan sebaik-baiknya supaya moral kerja, dedikasi,
kecintaan, dan kedisiplinan karyawan meningkat. Sikap ini dicerminkan oleh
moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam
pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi dalam dan luar pekerjaan. Kepuasan
kerja dalam pekerjaan adalah kepuasan kerja yang dinikmati dalam pekerjaan
dengan memperoleh pujian hasil kerja, penempatan, perlakuan, peralatan, dan
suasana lingkungan kerja yang baik. Karyawan yang lebih suka menikmati kepuasan
kerja dalam pekerjaan akan lebih mengutamakan pekerjaannya daripada balas jasa
walaupun balas jasa itu penting
2) Aspek –
aspek Kepuasaan kerja
Aspek
kognitif dari kepuasan kerja merupakan keyakinan karyawan tentang pekerjaannya,
yaitu keyakinan bahwa pekerjaannya menarik, tidak menarik, banyak tuntutan dsb.
Aspek kognitif ini tidak bebas dari aspek afektif yaitu sangat terkait dengan
perasaan dari pengaruh positif.
Komponen perilaku merupakan perilaku karyawan atau lebih sering
kecenderungan perilaku terhadap pekerjaannya. Tingkat kepuasan kerja karyawan
juga menjadi nyata oleh fakta bahwa ia mencoba untuk mengikuti pekerjaan secara
teratur, bekerja keras, dan berniat tetap menjadi anggota organisasi utk waktu
yang lama. Dibanding komponen kognitif dan afektif dari kepuasan kerja,
komponen perilaku sedikit informative, karna sikap tidak selalu sesuai dengan
perilaku, seperti seseorang tidak suka dengan pekerjaannya tetapi tetap sbg
karyawan karna alasan financia
3) Faktor - faktor penentu kepuasan kerja
(The Manager’s lounge – HR ) , Sebuah studi berhasil mengidentifikasi
bahwa terdapat empat faktor kondusif yang menghasilkan kepuasan kerja
tinggi bagi karyawan, yaitu:
1.pekerjaan yang menantang, reward yang
sesuai,
2. kondisi kerja yang suportif
3.rekan kerja yang suportif.
4. faktor-faktor ini dapat dikontrol oleh manajemen.
Daftar Pustaka
Soetopo,
Hendiyat dan Soemanto, Wasty. 1982. Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan. Surabaya: Usaha
Nasional.
Saud, Udin Syaefudin. 2005. Perencanaan Pendidikan Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Kadarman, A.M. et.al. 1996. Pengantar Ilmu Manajemen. Jakarta, Gramedia.
Sutisna, Oteng. 1985. Administrasi Pendidikan. Bandung: Angkasa.
Handoko,
T. Hani (2003), Manajemen. Edisi Kedua. Cetakan
Kedelapanbelas. Yogyakarta:
BPFE-Yogyakarta.