Sabtu, 25 Oktober 2014

Tugas Pertemuan 2



“KAMI TIDAK BERSEMANGAT UNTUK BEKERJA RAJIN”

Di suatu Sekolah Menengah Pertama yang berada di Kota Pasundan kepala sekolah asal Jakarte telah mengeluhkan kepada temannya mengenai bebannya yang berat dalam memimpin sekolah. Pasalnya ia kurang didukung oleh personil sekolah dalam berbagai tindakan untuk mencapai visi sekolah. Ia menuturkan bahwasanya apa yang telah ia pelajari di Cambride University Australia telah ia praktekkan sebagaimana didapatkan semasa kuliah dulu ketika mengambil S2 di program. studi Administrasi Publik, namun para personil sekolah tidak bekerja sebagaimana ia harapkan, bahkan ia diacuhkan dan dikucilkan karena dianggap sombong oleh personil sekolah lainnya yang mayoritas berasal dari Kota Pasundan ini.
Setelah diidentifikasi secara langsung apa yang terjadi kepada para personil sekolah melalui wawancara langsung, para personil sekolah mengungkapkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah tidak cocok dengan gaya kerja kami sebagai orang pasundan. Dia terlalu demokratis dan begitu bebas. Padahal kami begitu bingung dengan apa yang harus kami lakukan jika kepala sekolah meminta kami untuk melakukan sesuatu dan segala sesuatunya diserahkan kepada kami. Kami merasa tidak tahu apa keinginan kepala sekolah dan apabila kami ada kesalahan, kepala sekolah begitu bebas memberikan koreksi dan teguran tanpa memandang apapun dan dimanapun. Akhirnya kami bekerja seadanya saja dan tidak bersemangat untuk bekerja rajin atau lebih rajin. Setelah mendapatkan informasi dari kepala sekolah dan personil sekolah di atas, Anda diminta oleh kepala sekolah untuk memecahkan persoalan tersebut.



Kesimpulan:
Jadi permasalahan yang terjadi pada Kepala sekolah adalah kecenderungan bergaya otoriter. Ketika gaya kepemimpinan yang otoriter, maka akan berdampak pada ke-apatisan personil sekolah. Apabila personil sekolah bertindak apatis, maka kinerja personil sekolah, motivasi dan kesempatan akan rendah. Karena apa yang dilakukan oleh personil sekolah tidak akan berpengaruh bagi Kepala sekolah dalam membuat suatu kebijakan.
Dilihat dari sisi positifnya, Kepala sekolah berusaha untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat saat kuliah S2 di Cambride University Australia program studi Administrasi Publik. Namun apabila dilihat dari dampak yang terjadi ketika pengaplikasian antara ilmu dengan keadaan sekolah dengan gaya kepemimpinan yang otoriter  maka akan tercipta iklim organisasi yang buruk. Untuk mengatasi hal tersebut maka hendaknya Kepala sekolah harus menciptakan komunikasi dua arah sehingga tidak akan terjadi salah persepsi antara tujuan yang hendak dicapai Kepala Sekolah dengan personil sekolah sebagai bawahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar