“KAMI TIDAK BERSEMANGAT UNTUK
BEKERJA RAJIN”
Di suatu Sekolah
Menengah Pertama yang berada di Kota Pasundan kepala sekolah asal Jakarte telah
mengeluhkan kepada temannya mengenai bebannya yang berat dalam memimpin
sekolah. Pasalnya ia kurang didukung oleh personil sekolah dalam berbagai
tindakan untuk mencapai visi sekolah. Ia menuturkan bahwasanya apa yang telah
ia pelajari di Cambride University Australia telah ia praktekkan sebagaimana
didapatkan semasa kuliah dulu ketika mengambil S2 di program. studi Administrasi Publik, namun para personil sekolah tidak bekerja
sebagaimana ia harapkan, bahkan ia diacuhkan dan dikucilkan karena dianggap
sombong oleh personil sekolah lainnya yang mayoritas berasal dari Kota Pasundan
ini.
Setelah
diidentifikasi secara langsung apa yang terjadi kepada para personil sekolah
melalui wawancara langsung, para personil sekolah mengungkapkan bahwa
kepemimpinan kepala sekolah tidak cocok dengan gaya kerja kami sebagai orang
pasundan. Dia terlalu demokratis dan begitu bebas. Padahal kami begitu bingung
dengan apa yang harus kami lakukan jika kepala sekolah meminta kami untuk
melakukan sesuatu dan segala sesuatunya diserahkan kepada kami. Kami merasa
tidak tahu apa keinginan kepala sekolah dan apabila kami ada kesalahan, kepala
sekolah begitu bebas memberikan koreksi dan teguran tanpa memandang apapun dan
dimanapun. Akhirnya kami bekerja seadanya saja dan tidak bersemangat untuk
bekerja rajin atau lebih rajin. Setelah mendapatkan informasi dari kepala
sekolah dan personil sekolah di atas, Anda diminta oleh kepala sekolah untuk
memecahkan persoalan tersebut.
Kesimpulan:
Jadi permasalahan yang
terjadi pada Kepala sekolah adalah kecenderungan bergaya otoriter. Ketika gaya
kepemimpinan yang otoriter, maka akan berdampak pada ke-apatisan personil
sekolah. Apabila personil sekolah bertindak apatis, maka kinerja personil
sekolah, motivasi dan kesempatan akan rendah. Karena apa yang dilakukan oleh
personil sekolah tidak akan berpengaruh bagi Kepala sekolah dalam membuat suatu
kebijakan.
Dilihat dari sisi
positifnya, Kepala sekolah berusaha untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat
saat kuliah S2 di Cambride University Australia program studi Administrasi
Publik. Namun apabila dilihat dari dampak yang terjadi ketika pengaplikasian
antara ilmu dengan keadaan sekolah dengan gaya kepemimpinan yang otoriter maka akan tercipta iklim organisasi yang
buruk. Untuk mengatasi hal tersebut maka hendaknya Kepala sekolah harus
menciptakan komunikasi dua arah sehingga tidak akan terjadi salah persepsi
antara tujuan yang hendak dicapai Kepala Sekolah dengan personil sekolah
sebagai bawahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar