DISUSUN
OLEH
KELOMPOK
:
Yenti
Astuti :
175112804
Fanni
Juliyani : 12512750 Lulu Yolanda Syifa : 14512271
Revina
Astrid G.W : 16512171
Rini
Tri Andriani : 16512827
Sanny
Marsheila : 16512414
Definisi
Stres
Stres kerja adalah suatu perasaan yang menekan atau rasa tertekan yang
dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaannya (Anwar Prabu, 1993: 93).
Beehr dan Franz (dikutip Bambang Tarupolo, 2002:17),
mendefinisikan stres kerja sebagai suatu proses yang menyebabkan orang
merasa sakit, tidak nyaman atau tegang karena pekerjaan, tempat kerja atau
situasi kerja yang tertentu.
Menurut Pandji Anoraga (2001:108),stres kerja adalah suatu bentuk tanggapan seseorang, baik fisik maupun mental
terhadap suatu perubahan dilingkunganya yang dirasakan mengganggu dan
mengakibatkan dirinya terancam.
Gibson dkk (1996:339), menyatakan bahwa stres
kerja adalah suatu tanggapan
penyesuaian diperantarai oleh perbedaan-perbedaan individu dan atau proses
psikologis yang merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan dari luar
(lingkungan), situasi, atau peristiwa yang menetapkan permintaan psikologis dan
atau fisik berlebihan kepada seseorang.
Sumber
Stres
Sumber stres kerja menurut Carry Cooper (dikutip Jacinta F, 2002)
ada 4 yaitu:
1) Kondisi pekerjaan, meliputi:
•
Kondisi kerja yang buruk berpotensi menjadi
penyebab karyawan mudah jatuh sakit, jika ruangan tidak nyaman, panas,
sirkulasi udara kurang memadahi, ruangan kerja terlalu padat, lingkungan kerja
kurang bersih, berisik, tentu besar pengaruhnya pada kenyamanan kerja karyawan.
•
Overload. Overload dapat dibedakan secara kuantitatif dan kualitatif.
Dikatakan overload secara kuantitatif jika banyaknya pekerjaan yang ditargetkan
melebihi kapasitas karyawan tersebut. Akibatnya karyawan tersebut mudah lelah
dan berada dalam tegangan tinggi. Overload secara kualitatif bila pekerjaan
tersebut sangat kompleks dan sulit sehingga menyita kemampuan karyawan.
• Deprivational
stres. Kondisi pekerjaan tidak lagi menantang, atau tidak lagi
menarik bagi karyawan. Biasanya keluhan yang muncul adalah kebosanan,
ketidakpuasan, atau pekerjaan tersebut kurang mengandung unsur sosial
(kurangnya komunikasi sosial).
•
Pekerjaan beresiko tinggi. Pekerjaan yang
beresiko tinggi atau berbahaya bagi keselamatan, seperti pekerjaan di
pertambangan minyak lepas pantai, tentara, dan sebagainya.
2) Konflik peran: Stres karena ketidakjelasan peran
dalam bekerja dan tidak tahu yang diharapkan oleh manajemen. Akibatnya sering
muncul ketidakpuasan kerja, ketegangan, menurunnya prestasi hingga ahirnya
timbul keinginan untuk meninggalkan pekerjaan.Para wanita yang bekerja
mengalami stres lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Masalahnya wanita
bekerja ini menghadapi konflik peran sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah
tangga.
3) Pengembangan karir: Setiap orang
pasti punya harapan ketika mulai bekerja di suatu perusahaan atau organisasi.
Namun cita-cita dan perkembangan karir banyak sekali yang tidak terlaksana.
4) Struktur organisasi: Gambaran
perusahaan yang diwarnai dengan struktur organisasi yang tidak jelas, kurangnya
kejelasan mengenai jabatan, peran, wewenang dan tanggung jawab, aturan main
yang terlalu kaku atau tidak jelas, iklim politik perusahaan yang tidak jelas
serta minimnya keterlibatan atasan membuat karyawan menjadi stres.
Manajemen
Stres
Manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya(manusia) secara
efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang
muncul karena tanggapan (respon).Tujuan dari manajemen stres itu sendiri adalah
untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik.
Strategi:
Goliszek (2005) menyatakan bahwa usaha untuk memecahkan
kebiasaan stres sehingga kualitas hidup menjadi lebih baik dengan:
• mempelajari
apa itu gila
• mengenali
gejala stres yang terjadi dalam diri
• mengubah
pola perilaku
• memanfaatkan
serangkaian teknik dan relaksasi dari manajemen stres yang
cepat dan sederhana
Pendekatan
Stres
- Pendekatan Individu:
- Meningkatkan Keimanan
- Melakukan kegiatan olahraga
- Melakukan relaksasi
- Dukungan sosial dari teman dan keluarga
- Menghindari kebiasaan rutin yang membosankan
·
Pendekatan Perusahaan:
a
Perbaikan iklim organisasi
- Perbaikan lingkungan fisik
- Menyediakan sarana olahraga
- Melakukan analisis dan kejelasan tugas
- Meningkatkan partisipasi pegawai dlm pengambilan keputusan
- Melakukan restrukturisasi tugas pegawai

Tidak ada komentar:
Posting Komentar