PENGARUH
STRES KERJA DAN MOTIVASI KERJA
TERHADAP
KINERJA KARYAWAN
PT.
PERKEBUNAN MINANGA OGAN BATURAJA
DISUSUN
OLEH
KELOMPOK
:
Yenti
Astuti :
175112804
Fanni
Juliyani : 12512750
Revina
Astrid G.W : 16512171
Lulu
Yolanda Syifa : 14512271
Rini
Tri Andriani : 16512827
Sanny
Marsheila : 16512414
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, membawa perubahan dalam
kehidupan manusia. Perubahan-perubahan itu mengakibatkan tuntutan yang lebih
tinggi terhadap setiap individu untuk lebih meningkatkan kinerja mereka
sendiri. Adanya perkembangan tersebut, mengakibatkan karyawan harus mengubah
poladan sistem kerjanya sesuai dengan tuntutan yang ada sekarang. Dalam
kehidupan modern yang makin kompleks, manusia akan cenderung mengalami stres
apabila ia kurang mampu mengadaptasikan keinginan dengan kenyataan yang ada,
baik kenyataan yang ada didalam maupun diluar dirinya. Segala macam bentuk
stres pada dasarnya disebabkan oleh kekurang mengertian manusia akan
keterbatasannya sendiri.
Ketidakmampuan untuk melawan
keterbatasan inilah yang akan menimbulkan frustrasi, konflik, gelisah, dan rasa
bersalah yang merupakan tipe-tipe dasar stres (Luthan, 2006: 439).
Akibat-akibat stres terhadap seseorang dapat bermacam-macam dan hal ini
tergantung pada kekuatan konsep dirinya yang akhirnya menentukan besar kecilnya
toleransi orang tersebut terhadap stres. Stres yang dialami oleh karyawan
akibat lingkungan yang dihadapinya akan mempengaruhi kinerja dan kepuasan
kerjanya, sehingga manajemen perlu untuk meningkatkan mutu lingkungan
organisasional bagi karyawan. Dengan menurunnya stres yang dialami karyawan
tentu akan meningkatkan kesehatan dalam tubuh organisasi. Stres merupakan
sebuah kondisi dimana seseorang dihadapkan pada konfrontasi antara kesempatan,
hambatan, atau permintaan akan apa yang dia inginkan dan hasilnya dipersepsikan
tidak pasti dan penting.
Dari beberapa penomena yang terjadi
pada PT. Perkebunan Minanga Ogan Baturaja, hal yang berpengaruh bagi karyawan
sehingga mengalami stres adalah konflik kerja, beban kerja, waktu kerja,
karakteristik tugas, dukungan kelompok dan pengaruh kepemimpinan, dimana
apabila pimpinan dapat bersikap bijak dan mendengarkan aspirasi dari karyawan
kemungkinan karyawan yang mengalami stres dalam bekerja akan sedikit berkurang,
walaupun ada faktor eksternal yang lain juga mempengaruhi stres karyawan. Hal
ini pula yang membuat karyawan menjadi kurangermotivasi dalam pekerjaannya, dan
pada akhirnya ada berapa karyawan yang mengundurkan diri dari pekerjaannya
karena tidak sesuai dengan apa yang karyawan tersebut harapkan dari kebijakan
yang ditetapkan oleh pimpinan perusahaan. Oleh karena itu, peneliti disini
tertarik ingin melakukan penelitian mengenai ”Pengaruh Stres Kerja dan
Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Minanga Ogan
Baturaja”.
B.
Rumusan Masalah
1. Seberapa
besar Stres Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh secara parsial terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan
Minanga Ogan Baturaja?
2. Seberapa
besar Stres Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh secara simultan terhadap
Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Minanga Ogan Baturaja?
3. Variabel
mana yang lebih berpengaruh antara Stres Kerja dan Motivasi Kerja terhadap
Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Minanga Ogan Baturaja?
C.
Tujuan Penelitian
1. Mengetahui
seberapa besar Stres Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh secara parsial
terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Minanga Ogan Baturaja?
2. Mengetahui
seberapa besar Stres Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh secara simultan
terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Minanga Ogan Baturaja?
3. Mengetahui
variabel mana yang lebih berpengaruh antara Stres Kerja dan Motivasi Kerja
terhadap Kinerja Karyawan PT. Perkebunan Minanga Ogan Baturaja?
D. MANFAAT PENELITIAN
1.Manfaat
Teoritis
Penelitian
ini diharapkan dapat memperkaya penelitian dibidang psikologi terutama berkaitan
dengan stres kerja dan motivasi kerja.Selain itu, diharapkan penelitian ini
juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi penelitian-penelitian selanjutnya.
2. Manfaat
Praktis
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang manfaat stress
kerja dan motivasi kerja bagi kehidupan terutama pada kinerja karyawan PT.
Perkebunan Minanga Oban Baturaja.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Kerangka
Teori
Stres Kerja
1. Stres
Kerja
Meskipun
terdapat berbagai defenisi dan perdebatan menganai pengertian stres kerja,
(Luthans, 2006; 440) mendefinisikan stres adalah ”interaksi individu dengan
lingkungan,” tetapi kemudian mereka memperinci defenisi sebagai berikut:
”respon adaptif yang dihubungkan oleh perbedaan individu dan atau proses
psikologi yang merupakan konsekuwensi tindakan, situasi, atau kejadian
eksternal (lingkungan) yang menenpatkan tuntutan psikologis dan atau fisik yang
berlebihan pada seseorang.”
2. Motivasi Kerja
Pada
dasarnya motivasi dapat memacu karyawan untuk bekerja keras sehingga dapat
mencapai tujuan mereka. Hal ini akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan
sehingga berpengaruh pada pencapaian tujuan perusahaan. Menurut Veithzal (2009:
838) ada tiga faktor sumber motivasi, yakni:
1)
Kemungkinan untuk berkembang.
2)
Jenis Pekerjaan.
3) Apakah
mereka dapat merasa bangga menjadi bagian dari perusahaan ditempat mereka
bekerja.
3. Kinerja Karyawan
Pada
dasarnya, penilaian kerja merupakan faktor kunci dalam mengembangkan suatu
organisasi secara efektif dan efisien karena adanya kebijakan atau program yang
lebih baik atas sumber daya manusia yang ada dalam organisasi, (Umam, 2010:
190). Penilaian kinerja individu sangat bermanfaat bagi dinamika pertumbuhan
organisasi secara keseluruhan, melalui penilaian tersebut, kondisi kinerja
karyawan dapat diketahui.
4. Hubungan Stres Kerja dan Kinerja Karyawan
Higgins
(Umar, 2000: 259) berpendapat bahwa terdapat hubungan langsung antara stres
kerja dan kinerja karyawan, sejumlah besar penelitian telah menyelidiki
pengaruh stres kerja dengan kinerja disajikan dalam model stres– kinerja
(hubungan U terbalik) yakni hukum Yerkes Podson (Mas’ud, 2002: 20). Pola
U terbalik tesebut menunjukkan pengaruh tingkat stres (rendah – tinggi) dan
kinerja (rendah – tinggi). Bila tidak ada stres, tantangan kerja juga tidak ada
dan kinerja cenderung menurun. Rangsangan yang terlalu kecil, tuntutan dan
tantangan yang terlampau sedikit dapat menyebakan kebosanan, frustasi, dan
perasaan bahwa kita tidak sedang menggunakan kemampuan – kemampuan kita secara
penuh (Looker, 2005: 144).
Sejalan
dengan meningkatnya stres, kinerja cendrung naik, karena stres membantu
karyawan untuk mengarahkan segala sumber daya dalam memenuhi kebutuhan kerja,
adalah suatu rangsangan sehat yang mendorong para karyawan untuk menanggapi
tantangan pekerjaan. Akhirnya stres mencapai titik stabil yang kira – kira
sesuai dengan kemampuan prestasi karyawan. Selanjutnya bila stres manjadi
terlalu besar, kinerja akan mulai menurun karena stres mengganggu pelaksanaan
pekerjaan. Karyawan kehilangan kemampuan untuk mengendalikannya. Akibat yang
paling ekstrem adalah kinerja menjadi nol, karyawan menjadi tidak kuat lagi
bekerja, putus asa, keluar atau menolak bekerja untuk menghindari stres.
5. Hubungan Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan
Motivasi
adalah dorongan yang tumbuh dalam diri seseorang, baik yang berasal dari dalam
maupun dari luar dirinya untuk melakukan suatu pekerjaan dengan semangat
tinggi, menggunakan semua kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya. Untuk
dapat memberikan hasil kerja yang berkualitas dan berkuantitas maka seorang
karyawan membutuhkan motivasi kerja dalam dirinya yang akan berpengaruh
terhadap semangat kerja sehingga dapat meningkatkan kinerja.
Menurut
Handoko (2002: 252), motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang
mendorong keinginan individu melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk
mencapai tujuan. Sedangkan menurut Buhler (2004: 191) memberikan pendapat
tentang pentingnya motivasi sebagai berikut: ”Motivasi pada dasarnya adalah
proses yang menentukan seberapa banyak usaha yang akan dicurahkan untuk
melaksanakan pekerjaan”. Motivasi atau dorongan untuk bekerja ini sangat
menentukan bagi tercapainya suatu tujuan, maka manusia harus dapat menumbuhkan
motivasi kerja setinggi–tingginya bagi para karyawan dalam perusahaan.
Motivasi
erat kaitannya dengan timbulnya suatu kecenderungan untk berbuatsesuatu guna
mencapai tujuan. Ada hubungan yang kuat antara kebutuhan motivasi, perbuatan
atau tingkah laku, tujuan dan kepuasan serja kinerja. Karena setiap perubahan
senantiasa berkat adanya dorongan motivasi. Motivasi timbul karena adanya suatu
kebutuhan dan karenanya perbuatan tersebut terarah pencapaian tujuan tertentu
yang pada akhirnya disebut sebagai kinerja karyawan. Jadi, Semakin kuat
motivasi atau dorongan yang diberikan oleh pimpinan kepada karyawan maka akan
semakin maksimal kinerja yang dihasilkan oleh karyawan itu sendiri.
BAB
III
METODOLOGI
A. Tahap Penelitian
Penelitian
ini menggunakan tipe eksplanatory, yaitu suatu penelitian yang menerangkan
pengaruh stress kerja, motivasi kerja terhadap kinerja karyawan serta tipe
penelitian asosiatif karena menjelaskan hubungan antara stress kerja, motivasi
kerja dengan kinerja karyawan.
Popualasi
dalam penelitia ini adalah seluruh karyawan PT. Perkebunan Mianga Ogan Baturaja
yang berjumlah 335 orang dan karyawan ini akan dipilih secara acak dalam
penelitian ini (studi populasi). Sampel penelitian ini berjumlah 78 orang.
Metode sampling yang digunakan adalah Proporsional stratified random
sampling, yaitu pengambilan sampel dengan cara membagi populasi ke dalam
kelompok-kelompok yang homogeny yang disebut strata, dan kemudian sampel
diambil secara acak dari setiap strata tersebut.
B. Teknik Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner dan studi pustaka.
Teknik pengolahan data dengan editing dan tabulasi. Teknik analisis data yang
digunakan adalah analisis statistic deskriptif (untuk menganalisis data dengan
cara mendeskripsikan atau memaparkan data yag telah terkumpul dalam penelitian
sesuai dengan kondisi yang ada) dan analisis statistic untuk menganalisis data
sampel yang hasilnya akan diberlakukan untuk populasi.
C. Hasil Penelitian
Dalam
penelitian ini, hipotesis yang diuji adalah:
Stres
Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh secara parsial terhadap Kinerja
Karyawan
PT. Perkebunan Minanga Ogan Baturaja.
Stres
Kerja dan Motivasi Kerja berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja
Karyawan
PT. Perkebunan Minanga Ogan Baturaja.
3 Stres
Kerja lebih berpengaruh dari pada Motivasi Kerja terhadap Kinerja
Karyawan PT.
Perkebunan Minanga Ogan Baturaja.
DAFTAR PUSTAKA
Chua Bee
Seok, 2004. Stres Pekerjaan, Kepuasan Kerja, Masalah Kesihatan Mental dan Strategi Daya Tindak (Suatu
Kajian dikalangan Guru Sekolah di Kota
Kinabalu. Jurnal Teknologi, 1 – 18. Sabah: Universitas Teknologi Malaysia.
Margiati
Lulus, 1999. Stres Kerja: Latar Belakang Penyebab dan Alternatif Pemecahannya. Jurnal Masyarakat,
Kebudayaan dan Politik, 3: 71-80. Surabaya:
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.
Dwiyanti
Endang, 2001. Stres Kerja dilingkungan DPRD: Studi Tentang AnggotaDPRD di Kota Surabaya, Malang, dan
Kabupaten Jember. Jurnal Masyarakat,
Kebudayaan dan Politik, 3 : 73-84. Surabaya: Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Airlangga.
Fawzi
Indra Lestari, 2002. Stres Kerja Pada Programmer Komputer dilingkungan Kerja Bank. Jurnal Makalah disajikan
dalam SeminarAsosiasi Psikologi Industri
dan Organisasi di Universitas Airlangga Surabaya.
Mulyono,
dkk, 2001. Stres Psikososial pada Pekerja Wanita Status Kawin di PT. Tulus Tritunggal Gresik. Jurnal Penelitian
Dinamika Sosial, 2: 12-18. Surabaya:
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar