Sabtu, 05 Juli 2014

STUDI KASUS PADA DIRI SENDIRI




                                                                  Kesehatan Mental



STUDI KASUS PADA DIRI SENDIRI :
Ketika libur kuliah saya selalu bangun siang dan mandi hanya 1X sehari, biasanya kalau libur kuliah hanya jam tertentu saja untuk mandi, biasanya kalau libur kuliah mandi setelah magrib, setelah itu solat isya ya kadang – kadang saya juga kalau mandi bisa jam 9 malam, saya tau jam tersebut tidak baik untuk kesehatan dan katanya bisa menyebabkan sakit rematik, Tapi saya tetep ngeyel mandi jam tersebut. Disini saya dapat mengubahnya yang tadinya terbiasa bangun siang dan mandi jam tertentu saja. Saya akan membiasakan agar tetap bangun pagi kadang libur kuliah maupun kuliah,  mandi juga di biasakan mandi 2X sehari  dan tidak dibiasakan untuk  mandi jam tertentu aja.

Sifat jelek saya kedua saya, dulunya saya orangnya tertutup dan pendiam tidak mau terbuka kepada orang lain. Sifat tertutup saya misalnya kalau saya kalau ada masalah kecil atau besar macamnya saya selalu menulis atau memposting curhatan saya di media sosial. Ya saya tau itu pasti dibaca oleh semua orang, ya mau gimana lagi. Cuma itu yang bisa saya melampiaskan kemarahan saya melalui media sosial dengan menyindir orang itu. Perubahan sifat saya ini bisa dilakukan dengan cara tidak jadi orang pendiam dan selalu aktif, dan terbuka kepada siapapun itu. Termasuk terbuka kepada orang tua saya.
Dari 2 sifat jelek saya, disini saya mau kasih teori kasus ke 2.
Kasus ke 2 saya amat negatif buat saya, dan insha allah bisa diterapkan dalam perubahan sifat saya yang lebih positif buat saya. Berdasarkan tingkah laku saya “Meningkatan kontrol diri”. Pengendalian diri sebagai perilaku yang dipelajari Perilaku disini tidak hanya merujuk untuk perilaku terbuka tetapi untuk semua proses internal dan eksternal dan kegiatan yang dapat diamati dan diukur. Titik utama Skinner adalah perilaku yang terdiri dari kemampuan kitauntuk mengendalikan diri dapat dimodifikasi oleh prinsip yang sama seperti perilaku lain. Perilaku mengendalikan diri terutama dipelajari dan dengan demikian lebih rentan terhadap perubahan.

Selasa, 01 Juli 2014

Hasil wawancara pernikahan





Hasil wawancara saya dengan yahya dan anggi ramadhan

     1. Bagaimana proses kamu berkenalan, sampai menikah?
-  Dari teman sekolah sampai teman kerja, kita selalu bersama,
2   2.  Apa saja persiapan kamu menjelang pernikahan?
-   menyiapkan segala persiapan pernikahan seperti : undangan, surat-surat nikah, dll.
3   3.  Ada apa tidak rasa deg-deg’an atau rasa grogi saat terjadi ijab qobul?
- Rasa itu pasti kita alami, saat ijab kabul.
4   4.  Kenapa anda  deg-deg’an saat acara ijab qobul?
-       Karena saya baru pertama kali menikah. 
5. Perubahan apa yang kamu rasakan setelah menikah?
-  Biasanya melakukan aktivitas saya biasanya sendiri sekarang ada yang menemani dan lebih 
   memperhatikan saya
5    6.  Setelah kamu menikah apakah kamu ingin cepat memiliki anak?
-  Jelas, semua pasangan  pasti ingi mempunyai momongan yang akan meneruskan garis keturunan saya
6     7.  Seandainya di kasih anak, maunya laki-laki atau perempuan?
   -Menurut saya, di kasih allah anak Laki-laki atau perempuan sama saja.
7      8. Masalah apa saja yang kamu hadapi setelah menikah?
   -  Perbedaan pendapat, sering timbulnya rasa cemburu antara saya dengan istri saya
8      9.  Nama pasangan?
   -   yahya dan anggi ramadhan
9     10.  Hubungan kamu dan pasagan ithu?
    -  Tetangga
        11.   Berapakah anda mempunyai seorang anak saat ini?
  -    Saya mempunyai 2 orang anak ( 2 anak perempuan)
         12. asalah apa saja yang kamu hadapi setelah menikah?
-   Perbedaan pendapat, sering timbulnya rasa cemburu antara saya dengan istri saya

















PERNIKAHAN
Pernikahan atau adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula.
Pengesahan secara hukum suatu pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang mencatatkan pernikahan ditanda-tangani. Upacara pernikahan sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk melakukan upacara berdasarkan adat-istiadat yang berlaku, dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman dan keluarga. Wanita dan pria yang sedang melangsungkan pernikahan dinamakan pengantin, dan setelah upacaranya selesai kemudian mereka dinamakan suami dan istri dalam ikatan perkawinan.

Tujuh Tanda Pernikahan Anda Akan Langgeng

1. Apa kata hati Anda?

Rupanya, cara paling mudah untuk mengetahui apakah pernikahan Anda bahagia, adalah dengan bertanya pada diri sendiri dan menjawab jujur. Jauh di lubuk hati, Anda pasti sudah tahu sendiri jika ada yang salah dari pernikahan Anda, atau jika Anda atau suami sebenarnya tak benar-benar bahagia. Sebaliknya, jika Anda merasa benar-benar bahagia dalam rumah tangga, pertanyaan ini akan mudah dijawab “YA” tanpa ada keraguan.

2. Anda menjadi orang yang lebih baik saat bersama pasangan

Apakah Anda menjadi orang yang lebih menyenangkan saat bersama suami? Dulu mungkin Anda dikenal di kalangan teman-teman sebagai orang yang sering bete, tak percaya diri, dan terkadang agak galak. Sejak bertemu suami, Anda mungkin terkadang masih harus berjuang melawan sifat-sifat negatif tersebut, namun “kumatnya” jadi jauh lebih jarang, dan teman-teman bilang Anda kini jadi tak segalak dulu. Ini berarti suami memberi pengaruh positif bagi Anda, dan mudah-mudahan Anda pun punya efek yang sama pada suami.

3. Kebahagiaan Anda tak hanya bergantung pada suami (begitu juga sebaliknya)

Pernikahan membuat orang lebih bahagia. Dan tentu saja wajar jika Anda merasa lebih bahagia jika bersama suami. Yang harus diwaspadai adalah jika suami adalah satu-satunya sumber kebahagiaan Anda (atau sebaliknya, Anda adalah satu-satunya sumber kebahagiaan suami). Memang kedengarannya indah dan romantis, namun ini berarti sesungguhnya Anda belum bahagia dengan diri Anda diri sebagai seorang pribadi. Dan ini akan menimbulkan masalah di kemudian hari, yang bisa berimbas pada perkawinan. Pasangan seharusnya bukan alasan Anda bahagia, namun alasan Anda menjadi lebih bahagia.

4. Anda tak menganut motto “kalau jodoh tak akan ke mana”

Jodoh memang di tangan Tuhan, tapi bukan berarti setelah dipertemukan dengan jodoh kita kemudian bisa santai-santai saja. Betul, kita sudah menemukan belahan hati dengan bantuan Tuhan. Namun berarti kini saatnya kita dan suami yang aktif dan berupaya menjaga hubungan tetap awet dan harmonis.

5. Anda tak berharap suami akan berubah

Salah satu tanda pernikahan bahagia adalah saat harapan yang dimiliki suami maupun istri adalah harapan yang realistis, termasuk harapan terhadap pasangan. Siap-siap kecewa jika Anda menikahi suami dengan harapan dia akan berubah. Inti dari pernikahan adalah Anda mencintai suami dan menerima kekurangannya. Berusaha membuat suami berubah hanya akan membuat Anda frustasi, suami merasa tak dicintai, dan rumah tangga pun akan dipenuhi percekcokan.

6. Anda dan suami masih saling bilang “I love you”

Tentu saja kalimatnya tak harus “I love you” karena ada banyak cara untuk mengungkapkan cinta lewat kata-kata. Pasangan yang ‘nyeleneh’ terkadang bilang, “Love you, nyet” dan pasangan lain mungkin cukup bilang “sayang”. Yang jelas, meski cinta bisa ditunjukkan lewat perilaku, tetap penting untuk mengucapkannya lewat kata-kata, kalau bisa malah setiap hari, hingga akhir hayat Anda. Ingat saat aktor Sophan Sophiaan meninggal dunia di usia 64 tahun? Salah satu penyesalan terbesar Widyawati, istrinya, adalah karena hari itu ia belum mengucapkan “I love you” pada sang suami.

7. Setiap Anda membayangkan masa depan, suami ada dalam benak Anda (begitu pun sebaliknya)

Sebisa mungkin, Anda dan suami harus menikmati masa kini dan tak terlalu memikirkan hal-hal yang belum terjadi. Namun merencanakan masa depan tentu sah-sah saja, dan sebagai pasangan, sudah sewajarnya suami selalu ada di setiap bayangan Anda tentang masa depan. Lebih baik lagi jika Anda menetapkan tujuan masa depan, merumuskan rencana dan impian, selalu dengan cara berdiskusi bersama suami. Ini juga penting untuk memastikan bahwa impian Anda sejalan dengan suami. Berita buruk jika saat Anda membayangkan masa depan yang bahagia, dalam benak Anda tak ada sosok sang suami sama sekali, atau jangan-jangan yang ada malah lelaki lain?