Hasil wawancara saya
dengan yahya
dan anggi ramadhan
1. Bagaimana proses kamu berkenalan, sampai
menikah?
-
Dari teman sekolah sampai teman kerja, kita selalu bersama,
2 2.
Apa saja persiapan kamu menjelang pernikahan?
-
menyiapkan segala persiapan pernikahan seperti : undangan, surat-surat
nikah, dll.
3 3.
Ada apa tidak rasa deg-deg’an atau rasa grogi saat
terjadi ijab qobul?
-
Rasa itu pasti kita alami, saat ijab kabul.
4 4.
Kenapa anda
deg-deg’an saat acara ijab qobul?
-
Karena saya baru pertama kali menikah.
5. Perubahan apa yang kamu rasakan setelah
menikah?
- Biasanya melakukan aktivitas saya biasanya sendiri sekarang ada yang
menemani dan lebih
memperhatikan saya
5 6.
Setelah kamu menikah apakah kamu ingin cepat
memiliki anak?
-
Jelas, semua pasangan pasti ingi
mempunyai momongan yang akan meneruskan garis keturunan saya
6 7. Seandainya
di kasih anak, maunya laki-laki atau perempuan?
-Menurut saya, di kasih allah anak Laki-laki atau perempuan sama saja.
7 8. Masalah apa saja yang kamu hadapi setelah menikah?
-
Perbedaan pendapat, sering timbulnya rasa cemburu antara saya dengan istri
saya
8 9.
Nama pasangan?
-
yahya dan anggi
ramadhan
9 10.
Hubungan kamu dan pasagan ithu?
- Tetangga
11.
Berapakah
anda mempunyai seorang anak saat ini?
-
Saya mempunyai
2 orang anak ( 2 anak perempuan)
12. asalah apa saja yang kamu hadapi setelah menikah?
-
Perbedaan
pendapat, sering timbulnya rasa cemburu antara saya dengan istri saya
PERNIKAHAN
Pernikahan atau adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh
dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Upacara
pernikahan memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang
berkaitan dengan aturan atau hukum agama
tertentu pula.
Pengesahan secara hukum suatu
pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang mencatatkan
pernikahan ditanda-tangani. Upacara
pernikahan sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk
melakukan upacara berdasarkan adat-istiadat
yang berlaku, dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman dan keluarga. Wanita dan pria yang sedang melangsungkan pernikahan
dinamakan pengantin, dan setelah upacaranya selesai kemudian mereka dinamakan suami dan istri dalam ikatan perkawinan.
Tujuh
Tanda Pernikahan Anda Akan Langgeng
1. Apa kata hati Anda?
Rupanya, cara paling mudah untuk mengetahui apakah pernikahan Anda bahagia,
adalah dengan bertanya pada diri sendiri dan menjawab jujur. Jauh di lubuk
hati, Anda pasti sudah tahu sendiri jika ada yang salah dari pernikahan Anda,
atau jika Anda atau suami sebenarnya tak benar-benar bahagia. Sebaliknya, jika
Anda merasa benar-benar bahagia dalam rumah tangga, pertanyaan ini akan mudah
dijawab “YA” tanpa ada keraguan.
2. Anda menjadi orang yang lebih baik saat bersama pasangan
Apakah Anda menjadi orang yang lebih menyenangkan saat bersama suami? Dulu
mungkin Anda dikenal di kalangan teman-teman sebagai orang yang sering bete,
tak percaya diri, dan terkadang agak galak. Sejak bertemu suami, Anda mungkin
terkadang masih harus berjuang melawan sifat-sifat negatif tersebut, namun
“kumatnya” jadi jauh lebih jarang, dan teman-teman bilang Anda kini jadi tak
segalak dulu. Ini berarti suami memberi pengaruh positif bagi Anda, dan
mudah-mudahan Anda pun punya efek yang sama pada suami.
3. Kebahagiaan Anda tak hanya bergantung pada suami (begitu juga sebaliknya)
Pernikahan membuat orang lebih bahagia. Dan tentu saja wajar jika Anda merasa
lebih bahagia jika bersama suami. Yang harus diwaspadai adalah jika suami
adalah satu-satunya sumber kebahagiaan Anda (atau sebaliknya, Anda adalah
satu-satunya sumber kebahagiaan suami). Memang kedengarannya indah dan
romantis, namun ini berarti sesungguhnya Anda belum bahagia dengan diri Anda
diri sebagai seorang pribadi. Dan ini akan menimbulkan masalah di kemudian
hari, yang bisa berimbas pada perkawinan. Pasangan seharusnya bukan alasan Anda
bahagia, namun alasan Anda menjadi lebih bahagia.
4. Anda tak menganut motto “kalau jodoh tak akan ke
mana”
Jodoh memang di tangan Tuhan, tapi bukan berarti setelah dipertemukan dengan
jodoh kita kemudian bisa santai-santai saja. Betul, kita sudah menemukan
belahan hati dengan bantuan Tuhan. Namun berarti kini saatnya kita dan suami
yang aktif dan berupaya menjaga hubungan tetap awet dan harmonis.
5. Anda tak berharap suami akan berubah
Salah satu tanda pernikahan bahagia adalah saat harapan yang dimiliki suami
maupun istri adalah harapan yang realistis, termasuk harapan terhadap pasangan.
Siap-siap kecewa jika Anda menikahi suami dengan harapan dia akan berubah. Inti
dari pernikahan adalah Anda mencintai suami dan menerima kekurangannya.
Berusaha membuat suami berubah hanya akan membuat Anda frustasi, suami merasa
tak dicintai, dan rumah tangga pun akan dipenuhi percekcokan.
6. Anda dan suami masih saling bilang “I love you”
Tentu saja kalimatnya tak harus “I love you” karena ada banyak cara untuk
mengungkapkan cinta lewat kata-kata. Pasangan yang ‘nyeleneh’ terkadang bilang,
“Love you, nyet” dan pasangan lain mungkin cukup bilang “sayang”. Yang jelas,
meski cinta bisa ditunjukkan lewat perilaku, tetap penting untuk mengucapkannya
lewat kata-kata, kalau bisa malah setiap hari, hingga akhir hayat Anda. Ingat
saat aktor Sophan Sophiaan meninggal dunia di usia 64 tahun? Salah satu
penyesalan terbesar Widyawati, istrinya, adalah karena hari itu ia belum
mengucapkan “I love you” pada sang suami.
7. Setiap Anda membayangkan masa depan, suami ada dalam benak Anda
(begitu pun sebaliknya)
Sebisa mungkin, Anda dan suami harus menikmati masa kini dan tak terlalu
memikirkan hal-hal yang belum terjadi. Namun merencanakan masa depan tentu
sah-sah saja, dan sebagai pasangan, sudah sewajarnya suami selalu ada di setiap
bayangan Anda tentang masa depan. Lebih baik lagi jika Anda menetapkan tujuan
masa depan, merumuskan rencana dan impian, selalu dengan cara berdiskusi
bersama suami. Ini juga penting untuk memastikan bahwa impian Anda sejalan
dengan suami. Berita buruk jika saat Anda membayangkan masa depan yang bahagia,
dalam benak Anda tak ada sosok sang suami sama sekali, atau jangan-jangan yang
ada malah lelaki lain?