Lembar kehidupanmu hanyalah
Sebuah angin yang ber lalu tanpa kata
Maka ijinkanlah angin ini kembali
Sejenak untuk menyapamu
Di kala senang/dukamu
Seandainya engkau tahu…
Tiada mimpi yang paling indah
Di sepanjang waktuku
Selain hadirmu dalam mimpiku
Tiada kasih yang ku damba
Di sepanjang hari-hariku
Selain lembutnya kasih sayang
Darimu seorang…
Kini sadarlah aku…
Yang tak mungkin memiliki
Dan menghiasi hatimu yang indah itu
Karna aku hanyalah seorang insan
Yang berbalut duka lara
Dan biarkanlah insan ini sendiri
Di sini menapakki waktu menjemput
Masa yang kan datang
Meski kerap isakkan tangis
Tak mampu ter bendung
Di kala sunyi/ramainya relung hati
Memanggil-manggil namamu seorang kasih..
Di sepanjang waktuku
Selain hadirmu dalam mimpiku
Tiada kasih yang ku damba
Di sepanjang hari-hariku
Selain lembutnya kasih sayang
Darimu seorang…
Kini sadarlah aku…
Yang tak mungkin memiliki
Dan menghiasi hatimu yang indah itu
Karna aku hanyalah seorang insan
Yang berbalut duka lara
Dan biarkanlah insan ini sendiri
Di sini menapakki waktu menjemput
Masa yang kan datang
Meski kerap isakkan tangis
Tak mampu ter bendung
Di kala sunyi/ramainya relung hati
Memanggil-manggil namamu seorang kasih..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar