Kamis, 05 Desember 2013

Internet Addiction

Internet adalah rangkaian atau jaringan sejumlah komputer yang saling berhubungan. Internet berasal dari kata internetconnted networking. Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan suatu jaringan (network) dengan jaringan lainnya di seluruh dunia. Media yang menghubungkan bisa berupa kabel, kanal satelit maupun frekuensi radio. Internet yang ada bisa membuat seseorang menjadi kencanduan dan menjadikan internet sebagai temannya dalam kesepian, gangguan kencanduan Internet ini sebut dengan Internet Addiction.
Internet Addiction atau gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email,  judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan.
Internet addiction diartikan sebagai sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat online. Orang-orang yang menunjukkan sindrom ini akan merasa cemas, depresi, atau hampa saat tidak online di internet. Dibawah ini merupakan pengertian Internet addiction menurut 2 tokoh yaitu
  1. Kandell (1998) menyatakan bahwa internet addiction adalah ketergantungan  psikologis terhadap internet yang dikarakteristikkan dengan meningkatnya aktivitas penggunaan internet, perasaan yang tidak nyaman apabila offline, meningkatnya toleransi, dan penyangkalan terhadap adanya problem kelakuan.
  2.  Widyanto dan Griffith (2006) menekankan bahwa internet addiction adalah technology addiction, dimana hal ini merupakan behavioral addiction yang melibatkan hubungan antara manusia dan Komputer.
Adiksi terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang digunakan seseorang untuk terpaku di depan komputer atau segala macam alat elektronik yang memiliki koneksi internet, dimana akibat banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk online membuat mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka yang terancam diluar sana, seperti nilai yang buruk disekolah atau mungkin kehilangan pekerjaan dan bahkan meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi.
Ferris mengungkapkan penyebab seseorang mengalami Internet addiction dilihat dari berbagai pandangan, yaitu :
  1. Pandangan Behaviorisme. Menurut Pandangan Behavior, Internet Addiction didasari oleh teori B.F Skinner mengenai operant conditioning, individu mendapatkan reward  positif, negatif, atau hukuman atas apa yang dilakukannya.
  2. Pandangan Psikodinamika dan Kepribadian Pandangan ini mengemukakan addiction berkaitan antara individu tersebutdengan pengalamannya. Tergantung pada kejadian pada masa anak-anak yangdirasakan individu tersebut saat masih anak-anak dan kepribadiannya yangterus berkembang, yang juga mempengaruhi perkembangan suatu perilaku addictive.
  3. Pandangan Sosiokultural Pandangan sosiokultural menunjukkan ketergantungan ini tergantung pada ras, jenis kelamin, umur, status ekonomi, agama, dan negara.
  4. Pandangan Biomedis Pandangan ini menekankan pada adanya faktor keturunan dan kesesuaian,antara keseimbangan kimiawi antara otak dan neurotrasmiter. Dimana pasienketergantungan obat-obatan yang membutuhkan penyeimbangan zat kimiapada otaknya, atau individu yang memiliki kecenderungan terlibat dalam perjudian
Menurut Griffiths (2005) telah mencantumkan enam dimensi untuk menentukan apakah individu sudah digolongkan sebagai pecandu internet. Dimensitersebut adalah sebagai berikut :
  1. Salience. Hal ini terjadi ketika penggunaan internet menjadi aktivitas yangpaling penting dalam kehidupan individu, mendominasi pikiran individu (pre-okupasi atau gangguan kognitif), perasaan (merasa sangat butuh), dan tingkahlaku (kemunduran dalam perilaku sosial).
  2. Mood modification. Keterlibatan yang tinggi saat menggunakan internet.Dimana terdapat perasaan senang dan tenang (seperti menghilangkan stress)saat perilaku kecanduan itu muncul.
  3. Tolerance. Merupakan proses dimana terjadinya peningkatan jumlahpenggunaan internet untuk mendapatkan efek perubahan dari mood. Demimencapai kepuasan, jumlah penggunaan internet meningkat secara mencolok. Kepuasaan yang diperoleh dalam menggunakan internet secara terus menerus dalam jumlah waktu yang sama akan menurun secara mencolok, dan untuk memperoleh pengaruh yang sama kuatnya seperti sebelumnya, maka individusecara berangsur-angsur harus meningkatkan jumlah pemakaian agar tidak terjadi toleransi, contohnya pemain tidak akan mendapatkan perasaankegembiraan yang sama seperti jumlah waktu pertama bermain sebelummencapai waktu yang lama.
  4. Withdrawal Symptoms. Merupakan perasaan tidak menyenangkan yang terjadikarena penggunaan internet dikurangi atau tidak dilanjutkan dan hal iniberpengaruh pada fisik seseorang, perasaan dan efek antara perasaan dan fisik (seperti, pusing, insomnia) atau psikologisnya (misalnya, mudah marah atau moodiness
  5. Conflict. Hal ini mengarah pada konflik yang terjadi antara pengguna internetdengan lingkungan sekitarnya (konflik interpersonal), konflik dalam tugaslainnya (pekerjaan, tugas, kehidupan sosial, hobi) atau konflik yang terjadidalam dirinya sendiri (konflik intrafisik atau merasa kurangnya kontrol) yangdiakibatkan karena terlalu banyak menghabiskan waktu bermain internet.
  6. Relapse. Hal ini terjadi ketika individu kembali bermain internet, saat individu tersebut belum sembuh dari perilaku kecanduannya
 Faktor Risiko Internet Addiction        
Dibawah ini Faktor risiko internet addiction sebagai berikut :
  1. Seseorang menderita ansietas. Seseorang yang menderita ansietas akan menggunakan internet untuk menghindari kekhawatiran dan ketakutannya. Gangguan ansietas seperti obsesif kompulsif berkontribusi terhadap pengecekan email yang berlebihan dan kompulsi untuk menggunakan internet.
  2. Seseorang menderita depresi. Internet dapat digunakan untuk lari dari perasaan depresi, tetapi penggunaan internet berlebihan dapat menyebabkan masalah yang lebih buruk, internet addiction berkontribusi pada isolasi dan kesepian.
  3. Seseorang yang mengalami addiction lain. Banyak penderita internet addiction mengalami addiction lain seperti seks, alkohol, obat- obatan, dan perjudian.
  4. Seseorang dengan kurangnya dukungan sosial. Seseorang dengan internet addiction sering menggunakan chatrooms, instant messaging, atau online game sebagai cara yang aman untuk membentuk hubungan baru dan lebih percaya diri untuk berhubungan dengan orang lain.
  5. Remaja. Seorang remaja dapat merasakan bahwa persahabatan di internet lebih nyaman daripada di dunia nyata.
  6. Seseorang dengan aktivitas sosial yang rendah. Sebagai contoh, penjagaan berlebihan terhadap anak akan menyebabkan anak tersebut sulit untuk keluar rumah atau berhubungan dengan temannya sehingga ia cenderung menggunakan internet di rumah.
Diagnosa Internet Addiction
Berdasarkan pada YDQ ( Young Diagnostic Questionnaire ) yang merupakan modifikasi dari kriteria DSM IV maka terdapat delapan kriteria, yaitu :
  1. Pikiran pecandu internet terus-menerus tertuju pada aktivitas berinternet dan sulit untuk dibelokkan ke arah lain
  2. Adanya kecenderungan penggunaan waktu berinternet yang terus-menerus bertambah demi meraih tingkat kepuasan yang sama dengan yang pernah dirasakan sebelumnya
  3. Yang bersangkutan secara berulang gagal untuk mengontrol atau menghentikan penggunaan internet
  4. Adanya perasaan tidak nyaman, murung, atau cepat tersinggung ketika yang bersangkutan berusaha menghentikan penggunaan internet
  5. Adanya kecenderungan untuk tetap online melebihi dari waktu yang ditargetkan
  6. Penggunaan internet itu telah membawa risiko hilangnya relasi yang berarti, pekerjaan, kesempatan studi, dan karier
  7. Penggunaan internet menyebabkan pengguna membohongi keluarga atau terapis, dan orang lain untuk menyembunyikan keterlibatannya yang berlebihan dengan internet
  8. Internet digunakan untuk melarikan diri dari masalah atau untuk meredakan perasaan-perasaan negatif seperti rasa bersalah, kecemasan, depresi, dan sebagainya.
Seseorang dapat digolongkan sebagai pecandu internet bila ia memenuhi sedikitnya lima dari delapan kriteria yang disebutkan Young. Beard (2001) memodifikasi criteria Young dengan menyatakan bahwa seseorang dapat digolongkan sebagai pecandu internet bila ia memenuhi lima kriteria pertama dan salah satu dari tiga criteria berikutnya. Beard menyatakan bahwa modifikasi dapat memperkuat kriteria Young.

Sumber Referensi :
http://ruangpsikologi.com/gangguan-kecanduan-internet/
http://id.scribd.com/doc/118631081/Chapter-II
http://id.wikipedia.org/wiki/Internet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar